Ekonomi dan Bisnis

Merchant QRIS Tembus 580 Persen, KPw BI Bali Genjot Transaksi Non Tunai


Denpasar, PancarPOS | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali merespon kondisi pandemi Covid-19 terus menggenjot transaksi non tunai berbasis digital. Apalagi BI juga berperan mendorong masyarakat tetap optimis dan bangkit melalui inovasi pelaksanaan program kerja perluasan penggunaan transaksi non tunai yang berbasis digital, seperti QRIS. Digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk mendorong pemulihan ekonomi Bali dari keterpurukan akibat kontraksi yang dalam di sektor Pariwisata. “Dengan mendorong transaksi non tunai melalui penggunaan mobile banking, e commerce, pembayaran melalui QRIS untuk tetap meningkatkan aktivitas ekonomi di masa pandemi Covid 19, dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi,” ungkap Kepala KPwBI Bali, Trisno Nugroho saat dihubungi di Denpasar, Senin (4/1/2021).

1bl#ik-31/12/2020

Dikatakan, selama tahun 2020, diawali dengan kerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Kota, sosialisasi penggunaan transaksi non tunai dilakukan kepada Ibu Ibu PKK di seluruh kota Denpasar, seluruh pegawai dinas di pemerintahan kota. Kegiatan ini berlanjut pada peresmian Desa Wisata berbasis digital dan pelaksanaan Pekan QRIS di Bali. Dimasa pandemi, BI Bali terus berupaya mendorong digitalisasi di berbagai sektor ekonomi terutama dalam hal perluasan transaksi non tunai berbasis digital di masyarakat, antara lain bersama-sama dengan pemerintah daerah Provinsi Bali menyusun ketentuan SE (Surat Edaran) No.3355 tentang Protokol Kehidupan Era Baru yang menjadi acuan dalam tatanan kehidupan era baru yang meliputi penerapan protokol kesehatan dan digitalisasi transaksi non tunai di 14 sektor ekonomi sosial seperti pariwisata, perdagangan, pendidikan, kesehatan, keagaamaan, dan sosial.

1bl#bn-25/12/2020

Disamping itu, juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan elektronifikasi di seluruh transaksinya baik dari sisi belanja maupun pendapatan pajak dan retribusi. “Langkah ini berhasil meningkatkan tingkat elektronifikasi di tahun 2020 dibandingkan tahun 2019, selain itu BI Bali berhasil menginisiasi kesepakatan pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama seluruh pemda Kota/Kabupaten se Provinsi Bali,” bebernya. BI juga mendorong implementasi QRIS di seluruh wilayah Provinsi Bali bersama PJSP dan didukung penuh Pemerintah mulai dari level Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur hingga Bupati. Sepanjang tahun 2020, telah dilakukan implementasi penggunaan QRIS di 16 destinasi wisata sebagai contoh dan nantinya menyusul yang lainnya, 5 jenis moda transportasi, 28 kantor samsat, 8 rumah sakit daerah, 5 pasar tradisional, dan lingkungan TNI se Bali (Korem 163). KPw BI Bali juga menginisasi diselenggarakannya rangkaian kegiatan Road to Tatanan Kehidupan Era Baru serta ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan program pemerintah bertajuk “We Love Bali” di seluruh Kota/Kabupaten di Bali.

1bl#ik-23/12/2020

Selain itu, KPwBI Bali bekerjasama dengan PJSP, selama 2020, telah diselenggarakan lebih dari 30 sosialisasi dan edukasi yang menyasar lebih dari 5.000 audiens melalui sosialisasi online, web seminar, radio dan tv show, hingga sosialisasi kreatif dan edukatif melalui perlombaan, video, dan komik. Kegiatan sosialisasi dan implementasi tersebut berdampak pada peningkatan jumlah merchant yang menggunakan QRIS mencapai 580 persen di berbagai sektor dan komunitas terutama di kelompok merchant restoran dan rumah makan, toko retail, perdagangan umum, penginapan, kesehatan, supermarket, dll. Peningkatan tersebut menaikkan peringkat Bali menjadi peringkat 8 secara nasional dilihat dari jumlah merchant QRIS atau naik 3 peringkat dibandingkan akhir tahun 2019. “Selain itu terjadi peningkatan signifikan dalam hal volume maupun nominal transaksi menggunakan QRIS di Provinsi Bali. Pada September 2020, nominal transaksi QRIS di Provinsi Bali tercatat sebesar Rp8,38 miliar dengan volume transaksi sebanyak 95 ribu, meningkat hingga 143% dibandingkan Juni 2020 yang tercatat sebesar Rp 3,44 miliar secara nominal dan 51 ribu volume transaksi,” jelas Trisno.

1bl#ik-17/12/2020

Desa wisata Digital berbasis QRIS yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, yaitu Samsara Living Museum berhasil mendapatkan Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Selanjutnya diharapkan desa wisasata yang jumlah nya cukup banyak di Bali dapat bekerja sama dengan PJSP di Bali untuk menggunakan non tunai dalam setiap transaksi keuangan untuk tingket masuk dan umkm yang ada disekitar desa wisata. “Atas upaya yang telah dilakukan tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi/ Kota/ Kabupaten dan berbagai lembaga/instansi memberikan apresiasi kepada BI atas program-program untuk pemulihan ekonomi Bali dan selalu hadir di setiap makna,” tutup trisno. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close