Politik dan Sosial Budaya

Kerja Keras “Berbuah Manis”, Made Urip Panen Bersama Demplot Padi Khusus dan Padi Spesifik Lokasi di Subak Pengembungan


Tabanan, PancarPOS | Kerja keras Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali “berbuah manis”. Hal itu nampak jelas terlihat, saat Panen Bersama di Demplot Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Khusus dan Padi Spesifik Lokasi di Subak Pengembungan, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (2/9/2021). Kerena sebelumnya, berkat perjuangan Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kini membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang biasa dijuluki Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, para petani dan krama subak di Bali bisa menikmati bantuan benih senilai total Rp1 miliar yang digelontorkan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bali. Saat Panam bersama secara simbolis dengan Kepala BPPT Bali, Kadis Pertanian Tabanan, BPP Marga, Perbekel Tegaljadi, pekaseh, PPL, dan Penjab Kegiatan di subak seluas 46 hektar ini, Made Urip juga menyaksikan dan mencoba alat mesin pertanian (Alsintan) dalam bentuk Pemanen Kombinasi (Combine Harvester) yang merupakan bantuan yang juga diserahkan sebelumnya secara simbolis bersama Alsintan lainnya, seperti power threser senilai total Rp245 juta untuk tujuh subak atau kelompok tani (Poktan) di Tabanan.

1bl#ik-21/8/2021

Pada kesempatan itKerja Keras “Berbuah Manis”, Made Urip Panen Bersama Demplot Padi Khusus dan Padi Spesifik Lokasi di Subak Pengembunganu, Pekaseh Subak Pengembungan, I Made Muliana mengucapkan selamat datang dan berterimakasih kepada Made Urip atas bantuannya memberikan Demplot VUB Padi Khusus dan Padi Spesifik Lokasi, sebagai percontohan di Bali, agar bisa menggugah petani muda ikut terjun, sekaligus memotivasi mempertahankan budaya pertanian yang telah diwariskan leluhur. “Bantuan ini bisa menggugah para petani muda dan bisa memotivasi generasi milenial, agar mau dan tidak ragu-ragu lagi menjadi petani. Untuk itu, kami sangat mengucapkan terimakasih atas bantuan Pak Urip ini, karena memberikan motivasi bagi petani muda,” paparnya, seraya mengakui meskipun pola tanam padi ini saat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan banyak tantangan hama dan penyakit, namun setelah didampingi BPTP Bali yang tidak mengenal lelah, akhirnya juga bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal hingga 8 ton per hektar. “Kita dari krama subak mendapat pengalaman dan pembelajaran secara teknis dari BPTP Bali. Sesuai harapan kami, agar bisa menjadi petani yang lebih berhasil, maju, mandiri dan modern,” imbuhnya. Di sisi lain, Kepala BPTP Bali, Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., mengakui sangat beruntung dan bersyukur ada “Bapak Pertanian Bali”, seperti Made Urip dari menaman sampai memanen padi tetap hadir langsung ke tengah-tengah petani dan krama subak. Bahkan, sebelumnya sudah diberikan bantuan, sehingga Bali mendapat anggaran Demplot dan perbenihan. Di samping itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Made Urip atas dukungan dan kerjasama pengembangan varietas padi unggul baru.

1bl#ik-16/8/2021

Apalagi lahan sawah di Bali sudah menyusut dan beralih fungsi sekitar 700 hektar pertahun, sehingga dari 80 ribu hektar menjadi hanya sekitar 170 ribu hektar yang menyebabkan lahan pertanian semakin menyempit. Untuk itulah, dikembangkan VUB Padi khusus dan Spesifik Lokasi terbaru untuk meningkatkan produktifitas dan pendapatan, sehingga kesejahteraan petani di Bali makin meningkat. “Bahkan Pak Urip juga membantu alat pertanian modern ini, agar generasi muda mau dan bisa menekuni sektor pertanian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” tandasnya, sekaligus meminta agar petani harus menanam padi menyesuaikan dengan kondisi lahannya, dan jangan semua padi direndam terus, seperti Padi Spesifik Lokasi dan Padi Khusus ini tidak perlu direndam, karena hidupnya seperti rumput. “Jadi petani harus bisa menerapkan LTK atau Lihat Tiru dan Kembangkan untuk pola penanaman padi ini dengan lebih baik ke depan,” tandasnya. Sementara itu, Made Urip juga mengapreasisi Panen Bersama Demplot untuk pengenalan bibit unggul terbaru sebagai terobosan dan inovasi baru untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan sebagai kerja luar biasa dari BPTB Bali. “Mudah-mudahan kerja keras BPTP ini, bisa terus dikembangkan di Subak Pengembungan. Karena kita tidak bisa menggunakan cara lama untuk produkfitas, agar bisa mengejar ketertinggalan kita. Pelan-pelan harus tahu teknologi ini terutama bagi petani muda, karena sekarang petani rata-rata 60 tahun sehingga tugas kita ke depan bagaimana petani muda harus mau meneruskan tongkat estafet meneruskan sektor pertanian ini,” kata Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu.

1bl#bn-17/8/2021

Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang biasa dikenal M-U ini, mengaku akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama kebutuhan dari petani dan krama subak di Bali, baik dari budidaya sampai pasca panennya. Apalagi selama pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi masyarakat, ditambah lagi banyak anggaran di sektor pertanian yang direfokusing untuk penanganan Covid-19. “Tapi perbaikan ekonomi ini sudah nampak, meskipun Bali sangat bergantung di sektor pariwisata, namun dari sisi sektor pertanian cukup kuat dan bisa menjadi leading sektor Bali ke depan,” tegasnya. Selain itu, ditegaskan BPTP Bali juga berperan mengawal para petani dan krama subak ke depan, terutama penemuan dan inovasi baru yang ditemukan, agar program ini bisa terus berkelanjutan. Apalagi banyak persoalan yang dihadapi terutama alih fungsi lahan, sehingga lahan kualitas satu ini jangan sampai dijual. “Untuk itu saya berikan bantuan RMU (Rice Milling Unit, red) untuk pabrik penyosohan beras yang bisa dikelola oleh Subak Pengembungan ini,” tutup M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close