Imbau Masyarakat Hindari Jalan Raya Besakih Desa Adat Nongan
Selama 4 Hari Serangkaian Ngusaba 2022

Karangasem, PancarPOS | Warga masyarakat Desa Adat Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupatren Karang asem Bali melakukan upacara Aci Ngusabha Dalem, Ida Bhatara Dalem Memasar, dan Pujawali di Pura Pesamuan Agung Desa Adat Nongan selama empat hari, 4 April hingga 7 April 2022. Upacara Ritual Ngusaba Dalem telah menjadi tradisi setiap tahun secara turun menurun oleh Krama Desa Adat Nongan yang jatuh pada pinanggal ping tiga sasih Jyesta ini, kemudian dilanjutkan dengan prosesi Ida Bhatara Dalem ‘Memasar’ di Pura Pesamuan Agung/ Pasar Adat Nongan serta ‘Nyejer” selam 3 hari.

Pada Pelaksanaan aci ini seluruh Krama Desa Adat Nongan yang terdiri dari 13 banjar adat atau kurang lebih 1.674 KK, termasuk yang di perantauan akan berusaha ‘nangkil” dan melaksanaan pemuspaan. Krama Desa Adat meyakini tradisi aci Ngusabha dan Ida Bhatara Dalem Memasar ini menjadi pilar perekat/ pemersatu krama Desa Adat Nongan yang terdiri dari dua 2 empon Pura Dalem, yaitu Dalem Kupa dan Dalem Nongan. Pada Masa lampau tradisi ini sering dirangkaikan dengan acara mesimakrama antar masyarakat dengan pemimpinnya.

Setelah 2 tahun berlalu, karena Pendemi Covid 19 pelaksanaan upakara Ida Bhatara Memasar tidak dapat berjalan. Menurut Bendesa Adat Nongan, I Komang Yadnya yang didampingi penyarikan yang sekaligus juga sebagai Ketua Panitia I Gusti Made Muliawan mengatakan bahwa pada warsa 2022 pelaksanaan Aci dilakukan sebagaimana mestinya, dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid 19, ini berdasarkan hasil Paruman Prajuru Desa Adat Nongan pada 20 Maret 2022, yang dihadiri Prajuru Desa, Pemangku Desa, Babinsa, Bhabinkabtibmas, Sabha Desa, Kertha Desa, Kelian Empon Dalem, Klian Banjar Adat, Pecalang dan Seka Daa (Pemuda) Desa Adat Nongan.

Pande Gede Sudasta, selaku Penua Sabha Desa Adat Nongan mengatakan berdasarkan awig-awig (aturan) Desa Adat Nongan krama Desa Adat akan melakukan persembahyangan bersama selama Ida Bhatara Ratu Dalem memasar dan Pujawali di Pura Pesamuan Agung, dan idealnya setelah 7 hari selesainya pelaksanaan Ngusaba dilanjutkan menggelar acara Paruman Desa yang dihadiri prajuru dan seluruh krama dan atau perwakilan krama masing- masing banjar. Paruman atau Sangkepan Desa sebagai media tertinggi penyampaian pertanggung jawaban Bendesa dan Prajuru Desa ke krama desa adat.

Ia lanjut menyebutkan juga Ritual Aci Ngusaba dan Ida Bhatara Memasar bertujuan sebagai ungkapan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) atas waranugraha yang telah dilimpahkan, dan juga sebagai salah satu bentuk upacara yadnya yang diyakini sebagai simbul perekat warga Desa Adat Nongan. Pande Ketut Ikrar Purjana selaku Sekretaris Panitia menyampaikan informasi permakluman kepada publik.

“Kami Panitia Ngusaba Dalem, Ida Bhatara Memasar, Pujawali Pura Pesamuan Agung Desa Adat Nongan menghimbau kepada masyarakat yang akan melewati jalur Pura Besakih agar mencari waktu dan jalan alternatif lain, karena dipastikan ribuan masyarakat akan tumpah ruah /terlibat di sepanjang jalan prosesi Ida Bhatara Memasar, pada hari Selasa 5 April pukul 12.00-15.00 Wita, dan juga pada hari Kamis 7 April 2022 pada saat acara aci ‘penyineban” dan prosesi Ida Bhatara Dalem mantuk/kembali ke Pura Dalem masing masing pada pukul 16.00-19.00 Wita,” katanya.

Angga Kerta Kertha Desa yang juga sebagai Koordinator Humas Panitia, IGN, Indra Kecapa, turut menghimbau dan menghaturkan mohon maaf kepada para pengguna jalan atas ketidaknyamanan perjalanan lalu lintas nantinya, dan berbagai pihak terkait agar ikut menyebarkan informasi rangkaian acara aci Ngusaba Dalem Desa Adat Nongan. “Khususnya para pemedek yang ‘tangkil’ ke Pura Besakih dan para sopir pengangkut material agar menjadi atensi dan maklum,” ujarnya. nantama/ksm









