Politik dan Sosial Budaya

Buka Bimtek Optimalisasi Pekarangan, Made Urip Genjot Ibu Wanita Tani Menanam di Lahan Sempit


Denpasar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Provinsi Bali yang digelar di Ruang Pertemuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, Denpasar, Selasa (2/11/2021). Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup ini, juga sempat melakukan penen bersama sayuran dan buah, di antaranya cabe unggul, sayuran hidroponik yang dilanjutkan dengan serah terima secara simbolis bantuan benih, berupa cabe, terong, jambu kristal, serta jeruk termasuk alat bercocok tanam di Taman Agro Inovasi Kantor BPTP Bali. Kehadiran Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, disambut langsung Kepala BPTP Bali Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., bersama Ketua Tim Penggerakan Provinsi Bali yang diwakili Ni Ketut Sulaksmi.

1bl#ik-21/8/2021.

Kegiatan Bimtek untuk hari pertama ini, akibat di masa pandemi Covid-19 dibatasi hanya 50 peserta dari ibu-ibu Dharma Wanita dan PKK Provinsi Bali, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar untuk menggenjot penanaman bibit buah dan sayuran dengan memanfaatkan lahan pekarangan masing-masing rumah tangga. Materi diberikan oleh para narasumber di antaranya terkait optimalisasi lahan pertanian, rumah pangan lestari, serta budidaya dan pengolahan tanaman di pekarangan. Salah satu peserta Bimtek dari Pokja III PKK Kota Denpasar, I Gusti Ayu Pebrina Suryaningsih menyampaikan ucapan terimasih kepada Made Urip dan Kepala BPTP Bali yang telah memfasilitasi dan memberikan Bimtek yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu Dharma Wanita dan PKK di Bali. Apalagi di Kota Denpasar juga ada kegiatan Hatinya PKK, sehingga diharapkan bisa membina ibu rumah tangga kota memahami cara memanfaatkan pekarangan di lahan sempit. “Misalnya untuk menanam warung hidup, atau apotik hidup dan tananam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,'” bebernya.

1bl-bn#7/1/2020

Di sisi lain, Kepala BPTP Bali, Made Rai Yasa mengakui kegiatan Bimtek ini, juga berkat dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021 yang diperjuangkan oleh Made Urip, sekaligus memberikan oleh-oleh berupa bibit, pupuk kompos dan pola pangan untuk optimalisasi lahan pertanian. “Pak Made (Made Urip, red) sudah mati-matian berjuang di Jakarta. Makanya bibit ini harus benar-benar di tanaman dengan baik. Apalagi lahan semakin menyusut, makanya ibu wanita tani saat ini, mau tidak mau harus menanam di pekarangan,” tegasnya, seraya menyadari kebutuhan pangan di Bali akan terus meningkat, termasuk kebutuhan pangan untuk wisatawan. “Mau tidak mau ibu-ibu PKK sekarang harus mau mulai menanam di pekarangan atau lewat polybag,” imbuhnya. Di sela-sela membuka Bimtek tersebut, Made Urip menegaskan selama ini, Kepala BPTP Bali sangat lincah dan energik melakukan aktifitas pertanian di seluruh Bali. Kali ini, bahkan berhadapan langsung dengan ibu-ibu PKK yang sangat kreatif melakukan aktifitas pertanian yang bersinergi dengan BPTP Bali dan Komisi IV DPR RI untuk mengurus perut rakyat dengan meningkatkan kapasitas pelaku pertanian, termasuk wanita tani di seluruh Bali.

1bl#ik-21/7/2021

Apalagi di saat pandemi Covid-19, negara juga harus tetap menyiapkan pangan yang berkualitas dan terjangku oleh rakyatnya. Jika negara tidak mampu menyiapkan pangan dikhawatirkan akan terjadi gejolak politik, sehingga Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, mengajak para wanita tani bisa berkontribusi menyediakan pangan. “Ibu PKK ini mempunyai peran yang sangat strategis untuk menyusukseskan ketanganan pangan kita. Atau paling tidak bisa menyiapkan pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Seperti menanam cabe yang sempat harganya Rp100 ribu lebih, termasuk sayur-sayuran lainnya,” katanya, sekaligus menegaakan melalui Bimtek ini akan diberikan wawasan bagaimana menyiapkan pangan dari pekarangan rumah tangan. Untuk itulah, Bimtek seperti ini dilaksakan di seluruh Bali yang menyasar semua kelompok tani, termasuk kelompok wanita tani atau KWT yang sudah diberikan bantuan program P2L (Pekarangan Pangan Lestari) sebanyak Rp50 juta untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. “Kita sudah berikan program masing-masing bantuan Rp50 juta untuk membuat bibit sayuran yang nantinya bisa dijual untuk penguatan kelompoknya. Jika ada yang punya KWT belum dapat bantuan P2L akan kita perjuangkan tahun 2022 mendatang,” tandas M-U.

1bl#ik-5/3/2021

Selama terpilih lima periode di Komisi IV DPR RI pada Pileg 2019 dengan mengantongi 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, mengaku akan terus berkomitmen memperjuangkan nasib petani dan krama subak di Bali, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian Bali yang sudah lesu darah akibat sektor periwsata yang menurun drastis. Karena itulah, perlu disadari ekonomi Bali tidak bisa hanya sepenuhnya bergantung di sektor pariwisata, sehingga harus kembali memperkuat sektor pertanian sebagai kultur dan budaya yang sudah diwarisi secara turun temurun, lewat keberadaan subak abian dan subak basah. Maka itu program memberdayaan dan pemanfaatan pekarangan untuk lahan pertanian ini sangat penting, karena tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir dan sampai sekarang belum tuntas bisa tertangani. “Jadi saya berharap terutama ibu PKK bisa memanfaatkan pekarangan dengan baik. Apalagi akan kita berikan bibit dari BPTP, agar ditanam dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari. Atau paling tidak bisa menjaga ketahanan pangan keluarga di masa pandemi Covid-19. Saya juga akan terus membantu memperkuat basis ketahanan pangan di Bali,” tutup M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button