DPRD Tabanan Dorong PAD 2026 Tembus Rp1 Triliun, Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Tabanan, PancarPOS | DPRD Kabupaten Tabanan melalui Badan Anggaran (Banggar) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 menembus angka Rp1 triliun. Target ambisius ini diyakini dapat dicapai melalui langkah-langkah inovatif dan sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif dalam perumusan kebijakan anggaran.
Target tersebut mengemuka dalam rapat kerja Banggar DPRD Tabanan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Jumat (31/10). Rapat dipimpin anggota Banggar, I Gst. Nyoman Omardani, yang menegaskan pentingnya kesamaan persepsi antara DPRD dan TAPD dalam penyusunan rekomendasi strategis terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2026. “Kami berharap paparan TAPD bisa menjadi landasan bagi DPRD dalam menghasilkan rekomendasi yang tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat,” ujar Omardani.
Sementara itu, Ketua Banggar, I Nyoman Arnawa, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mendongkrak PAD. “Kita harus mengoptimalkan seluruh potensi daerah melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif. Dengan semangat bersama, target Rp1 triliun bukan hal yang mustahil,” tegas Arnawa.
Arnawa juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap postur anggaran, terutama di sisi belanja daerah agar lebih terarah pada kebutuhan dasar publik. Ia menyoroti pemerataan pembangunan di bidang pertanian, pendidikan, dan infrastruktur desa sebagai fokus utama. “Petani, sekolah, dan jalan desa harus mendapat perhatian yang seimbang,” imbuhnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Banggar turut menyampaikan pandangan strategis. Anak Agung Nyoman Dharma Putra menyoroti rendahnya alokasi belanja modal yang baru mencapai 4 persen, serta mendorong peningkatan investasi dan pendapatan daerah untuk memperkuat ketahanan pangan.
Sementara I Wayan Sudjana menekankan perlunya pengelolaan aset daerah yang lebih efektif, termasuk pelibatan Satpol PP dalam pengamanan aset serta evaluasi kerja sama pemanfaatan lahan di kawasan Panggung Tibah. Di sisi lain, I Wayan Lara menegaskan pentingnya keseimbangan dalam kebijakan fiskal agar tidak membebani masyarakat. Ia juga menyoroti isu pelayanan publik seperti pengelolaan sampah, penerangan jalan, dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Sekda Tabanan, I Gede Susila, yang turut hadir dalam rapat, menjelaskan bahwa komposisi APBD 2026 masih dipengaruhi oleh penurunan dana transfer dari pusat. “Porsi anggaran terdiri atas sekitar 49 persen belanja operasional dan 51 persen belanja modal. Meski dana transfer berkurang, pemerintah berkomitmen agar APBD tetap berpihak kepada rakyat,” terangnya.
Ia menambahkan, pemerintah tetap memberi prioritas tinggi pada sektor layanan dasar. “Peningkatan kualitas sekolah, irigasi, serta layanan kesehatan terus kami dorong melalui optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK),” tutupnya. mas/ama/*














