Nasional

Gubernur Koster: Karya IBTK di Besakih Harus Berjalan Tertib dan Khidmat


Karangasem, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Karangasem, harus berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan tanpa gangguan sedikit pun sepanjang rangkaian upacara.

Penegasan tersebut disampaikan saat sambrama wacana pada puncak karya yang digelar Kamis (2/4/2026), bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa. Dalam momentum sakral tersebut, Koster mengingatkan bahwa Besakih adalah pusat spiritual utama umat Hindu Bali yang harus dijaga kesuciannya secara total.

“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi gangguan selama pelaksanaannya,” tegas Koster.

Ia menekankan kesiapan menyeluruh seluruh pihak menjadi kunci, mengingat IBTK diikuti umat tidak hanya dari Bali, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, hingga Nusa Tenggara.

Pemerintah Provinsi Bali pun telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kenyamanan umat. Fasilitas transportasi khusus disediakan bagi lansia, ibu hamil, serta pemedek berkebutuhan khusus dari area parkir menuju lokasi persembahyangan.

Selain itu, pengaturan jadwal kedatangan umat dilakukan secara ketat dan terstruktur dari seluruh kabupaten/kota hingga luar daerah guna menghindari kepadatan di kawasan suci Besakih.

Koster juga menegaskan bahwa penataan kawasan Besakih terus berjalan berkelanjutan. Setelah tahap pertama rampung pada 2022 dengan anggaran sekitar Rp800 miliar, kini tahap kedua difokuskan pada penataan 26 titik pelinggih dengan anggaran sekitar Rp203 miliar dari APBD Provinsi Bali.

Penataan ini dilakukan dengan menjaga nilai historis, arsitektur, serta keseragaman estetika kawasan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi perbedaan mencolok dalam bahan maupun warna bangunan di kawasan suci tersebut.

Sementara itu, puncak karya IBTK dipuput oleh 33 sulinggih yang merepresentasikan seluruh wilayah Bali. Prosesi berlangsung di Penataran Agung, kawasan Catur Lawa, Catur Dala, hingga berbagai pedharman di kompleks Pura Agung Besakih.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali persembahyangan bersama, sambutan Gubernur Bali, penyerahan dana simbolis kepada Jro Bendesa, prosesi nunas tirta, nedunang Ida Bhatara ke Paselang, hingga penutup persembahyangan bersama.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Anggota DPRD Bali Ni Made Sumiati, para kepala daerah se-Bali, Ketua PHDI Bali Jro Mangku Kenak, hingga Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Di akhir sambutannya, Koster mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Bali tetap aman, bersih, dan harmonis. mas/ama/*


Back to top button