Gubernur Koster Tegas Tolak Timnas Israel Bertanding di Bali
Satu-satunya Gubernur Berani Ambil Sikap di Tengah Tekanan Nasional

Denpasar, PancarPOS | Keberanian Gubernur Bali, Wayan Koster, kembali menjadi sorotan nasional. Ia tercatat sebagai satu-satunya gubernur di Indonesia yang secara resmi dan terbuka menolak keikutsertaan Tim Nasional Israel dalam ajang Piala Dunia Sepak Bola FIFA U-20 tahun 2023 di Bali. Sikap tegas ini disampaikan melalui surat resmi tertanggal 14 Maret 2023 yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI saat itu, Zainudin Amali.
Dalam surat bernomor T.00.426/11470/SEKRET tersebut, Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tidak menolak penyelenggaraan Piala Dunia U-20, tetapi menolak Timnas Israel bertanding di Bali. Penolakan ini, menurut Koster, didasari pada prinsip ideologis bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD NRI 1945 dan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
“Penolakan ini bukan karena sepak bolanya, melainkan karena sikap politik dan kemanusiaan. Sampai saat ini, kebijakan politik Israel terhadap Palestina telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan prinsip perjuangan bangsa Indonesia,” demikian ditegaskan Gubernur Koster dalam surat tersebut yang dikirim kepada PancarPOS.com, pada Sabtu (11/10/2025).
Gubernur Koster yang dikenal sebagai pencinta sepak bola itu menyampaikan sikapnya dalam situasi yang sangat sulit, di tengah tekanan agar seluruh daerah mendukung penuh penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup 2023. Namun, ia memilih berdiri pada posisi moral dan konstitusional untuk menghormati perjuangan rakyat Palestina dan menjaga konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
“Hal ini dilakukan untuk menghormati hubungan diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia dengan negara-negara lain di dunia, khususnya yang berkaitan dengan Israel,” tulis Gubernur Koster dalam surat resmi yang juga ditembuskan kepada Menko PMK RI dan Ketua Umum PSSI di Jakarta.
Sikap tegas Gubernur Bali yang pernah menjabat anggota Komisi X DPR RI selama 3 periode ini pun mendapat beragam tanggapan publik. Banyak yang menilai keputusan Koster bukan hanya bentuk keberanian politik, tetapi juga cerminan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas global.
Di tengah derasnya arus kepentingan olahraga internasional, langkah Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali asal Desa Semiran, Tejakula, Buleleng ini, menjadi penanda bahwa prinsip ideologis dan moral bangsa Indonesia masih dijunjung tinggi, bahwa kemerdekaan dan keadilan bagi semua bangsa, termasuk Palestina, tetap menjadi napas perjuangan negeri ini. ama/ksm









