Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Berdayakan Potensi Budidaya Ikan, Buka Diseminasi Digitalisasi Kualitas Air di Klungkung


Klungkung, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., tak henti-hentinya memperhatikan urusan perut rakyat. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, kembali membuka Diseminasi Pengenalan Program Digitalisasi Kualitas Air bagi para pembudidaya di Kabupaten Klungkung di Wyndam Taman Sari Jivva Resort Bali, Klungkung, Jumat (13/5/2022). Kehadiran Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, kali ini menggelar kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) bersama Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem yang diwakili Analisis Perikanan Budidaya, RB. Moh. Suyuti, SP., MP., yang dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta beserta Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, Drs. I Dewa Ketut Sueta Negara.

1bl#ik-30/4/2022

Desiminasi yang diikuti 100 peserta dari pembudidaya dan kelompok ikan di Kabupaten Klungkung ini, sangat dinantikan untuk memperdayakan potensi sektor perikanan. Seperti diungkapkan oleh salah satu peserta yang juga Ketua Kelompok Ikan Mutiara Sani, Abdul Gapar merasa sangat antusias dengan bantuan Made Urip yang diberikan selama ini. Apalagi Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini sangat bersemangat memberikan bantuan untuk kelompok ikan, seperti program digitalisasi masalah air yang sangat membantu pembesaran budidaya ikan air tawar, khususnya ikan lele. “Kunjungan Pak Made Urip ini menambah semangat dan motivasi pengembangan ikan air tawar ini,” bebernya.

1bl#ik-30/4/2022

Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta menyambut Made Urip yang sudah sering datang ke Kabupaten Klungkung, seperti saat Bimtek dan sosialisasi untuk membantu mengembangkan produksi perikanan baik air tawar maupun air laut yang masih perlu digenjot sesuai potensi yang ada. Karena dari data sementara di Kabupaten Klungkung baru diproduksi sekitar 26 ribu ton ikan air tawar per tahun, namun hanya 11 ribu ton ikan air laut per tahun, sehingga masih perlu diupdate, karena banyak hasil tangkapan ikan laut yang belum terdata seperti di Nusa Penida. “Produksi ikan sebagai salah satu potensi harapan kelangsungan hidup ke depan, sehingga dapat ditekuni dengan baik tidak hanya sebagai sambilan. Karena jika sekali ingin terjun, maka harus terjun dengan baik dan serius, sehingga mengucapkan terimasih kepada Pak Made yang telah menyelengarakan kegiatan ini,” paparnya.

1bl#ik-28/4/2022

Karena itu, Pemkab Klungkung akan lebih serius untuk mengembangkan sektor perikanan air tawar. Salah satunya melalui inovasi digital untuk mengetahui di mana posisi ikan terutama di laut. “Karena itu harap ikuti pelatihan ini dengan baik agar bisa menjadi petani ikan yang tangguh,” tegasnya, seraya mengatakan setelah digitalisasi ini, harus bisa menggerakan potensi perikanan di lapangan nantinya dengan membentuk jaringan dan kerjasama antara kelompok ikan untuk saling berkolaborasi. Di sisi lain, Analisis Perikanan Budidaya, RB. Moh. Suyuti mengakui ingin mengembangkan sektor perikanan di Bali bersama Made Urip melalui program digitalisasi kualitas air. Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang sslalu mengawal kegiatan budidaya perikanan bersama Bupati Klungkung yang selalu datang mendukung kegiatan seperti ini.

1bl#ik-28/4/2022

Kegiatan ini dikatakan dapat membantu mendapat data kualitas air secara cepat dan akurat di era digital yang berkembang sangat pesat. “Kami mempunyai tanggung jawab untuk mengaplikasikan teknologi tersebut untuk mendapat keputusan di lapangan secara cepat dan tepat, sehngga sangat bermanfaat bagi pembudidaya ikan sebagai ujung tombak program dari Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan,” tandasnya. Di sela-sela membuka diseminasi tersebut, Made Urip menyampaikan kembali menyelenggarakan Bimtek ini sebagai kerjasama Komisi IV DPR RI dengan KKP. Terutama di kelautan dan perikanan yang mempunyai potensi yang luar biasa karena memiliki bentang laut dan hampir 17 ribu pulau sebagai potensi ekonomi yang luar biasa termasuk pesisir dan pulau-pulau kecil yang harus digarap bersama.

1bl#ik-27/4/2022

“Kita memiliki potensi yang luar biasa yang harus digarap secara intensif. Jadi kita punya kebijakan untuk menangani sumber daya kelautan dan perikanan termasuk digitalisasi kualitas air untuk memberikan pengetahuan dan wawasan. Saya berharap agar ikuti dengan tekun dari awal sampai akhir untuk memperkuat sumber daya perikanan ini, seperti di Klungkung terutama Nusa Penida yang bisa memberikan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, sembari menyebutkan sudah mengambil beberapa kebijakan untuk mengolah sumber daya perikanan. Salah satunya dengan memberikan akses untuk memperkuat infrastruktur, termasuk sarana dan prasana perikanan. Selain itu, dari sisi kelembagaan sudah dibangun kelompok-kelompok ikan darat dan laut. Hal lainnya juga dengan memperhatikan dan menghidari konservasi dan sumber daya alam agar tidak rusak. “Di samping itu, dari sisi pemasaran juga harus diperhatikan untuk kesinambungan sektor perikanan ini agar menjadi lebih baik,” pungkas M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button