Songsong Hari Raya Nyepi Saka 1945, TK Cipta Dharma Gelar Parade Budaya

Denpasar, PancarPOS | Parade Budaya oleh TK Cipta Darma dibuka dengan pemululan kentungan atau kulkul oleh Ketua Yayasan Pendidikan Cipta Dharma Denpasar, dr. Gede Bagus Darmayasa, MM., MRepro. Parade budaya dilepas dari halaman TK Cipta Darma, jalan Badak Agung Denpasar menuju lingkungan di sekitarnya, pada Senin (20/3/2023).

Parade kali ini menampilkan ogoh-ogoh kecil sesuai tema yang diberikan oleh para Guru guru dalam rangka menyambut Tahun Baru Caka 1945. Puluhan ogoh-ogoh kecil beraneka model di arak dengan rasa gembira dan bahagia oleh anak-anak TK Cipta Darma yang tampak riang gembira diiringi tetabuhan Bali. Parade kali ini, tentunya diawasi oleh para Guru dan Orang tua siswa.

.
“Alasan anak perlu mengenal budaya bangsanya sendiri? Karena merekalah yang akan melanjutkan tujuan didirikannya bangsa. Secara mendasar budaya bagian identitas suatu bangsa untuk membedakan diri dengan bangsa lain. Sebagai penguat, ada tujuh alasan lain mengapa budaya dikenal,” papar dr. Bagus sapaan akrab Direktur Rumah Sakit Puri Raharja itu.

Dikatakan, anak-anak perlu dikenalkan makna dari budaya bangsanya secara bertahap. Makna tidak dapat dipahami secara langsung, karena pemikiran anak-anak berbeda dengan orang dewasa. “Perlunya mengulang-ulang bahasan budaya akan membantu ingatan dan pemahaman makna secara mendalam bagi anak-anak setelah mereka dewasa,” ujar mantan Direktur Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) ini.

Makna Budaya Perlu Dipertahankan!
Untuk mempertahankan fungsi dan tujuan awal budaya itu dibangun. Makna bisa saja bergeser bahkan hilang meskipun wujudnya masih ada. Ini karena fungsi dan tujuan awal tidak diajarkan sesuai bahasa. Sehingga ketika zaman berganti hilang karena tidak difungsikan dengan baik. asa/ama/ksm/yar









