Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Gempur Kabupaten Karangasem, Bagi Bantuan Benih dan Buka Bimtek Tanaman Pangan


Karangasem, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali Turba atau turun langsung menggempur sektor pertanian di Kabupaten Karangasem. Selain membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Pangan, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, juga membagikan bantuan benih padi dan jagung kepada kelompok tani peserta Bimtek. Kali ini Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, datang langsung memberikan sosialisasi terkait Strategi Peningkatan Produksi Tanaman Pangan yang Berkelanjutan bersama Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian di Sea Mount Amed, Kecamatan Abang, Karangasem, Jumat (24/6/2022).

1bl#ik-6/6/2022

Kedatangan M-U juga hadir bersama Sub Koordinator Pemasaran dan Promosi, Maretsum Simanullang, SP., M.Si., mewakili Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, beserta Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama jajaran OPD, Muspida dan Muspika Pemkab Karangasem. Bimtek yang menghadirkan narasumber kepala BPTP Bali, Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., dan Drh. I Dewa Made Kuca Kosala selaku Direktur Setia Tani ini, diikuti sekitar 100 peserta dari para petani binaan dan anggota kelompok tani yang menerima bantuan benih padi hibrida seluas 500 hektar dan benih jagung seluas 1.300 hektar untuk tahun 2022 di Kabupaten Karangasem.

Sambutan singkatnya, Sub Koordinator Pemasaran dan Promosi, Maretsum Simanullang, mengaku menyambut positif upaya Made Urip yang terus aktif menurunkan bantuan termasuk kegiatan Bimtek. Ia juga mengharapkan melalui Bimtek ini bisa menggerakan pertanian dari hulu hingga hilir untuk peningkatan produksinya, terutama komoditas jagung di Karangasem. Ketika menerima bantuan itu, Pekaseh Subak Maga Telu, I Nengah Suanda mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah menyerahkan bantuan bibit padi dan jagung bersama Bupati Gede Dana. Apalagi sangat banyak bantuan yang telah diberikan kepada petani, karena pemerintahan sudah satu jalur. “Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip bersama Pak Bupati, dan ke depan kami meminta bantuan traktor nanti,” harapnya.

1bl#ik-6/6/2022

Di sisi lain, Bupati Gede Dana menyebutkan Made Urip sangat setia dengan para petani, karena sudah 5 periode terpilih tetap duduk di Komisi IV DPR RI dengan suara terbanyak Dapil Bali dan ranking tujuh nasional. Terbukti saat ini membawa bantuan benih padi dan jagung ke Karangasem, karena masih kekurangan khususnya komoditas jagung. “Bibit sapi juga dibantu, bantuan traktor, benih termasuk Bimtek kali ini, juga berkat Pak Made Urip,” bebernya, seraya mengungkapkan kehadiran Made Urip selalu mensuppprt dan menggerakan perkembangan pertanian di Karangasem. Sebagai contoh saat pandemi Covid-19 sektor pariwisata sangat terpuruk, syukurnya di Karangasem lebih banyak petani. Bahkan warga di pedesaan tidak merasakan dampaknya, karena pendapatannya sektor pertanian murni, sehingga sekarang mereka sangat bangga menjadi petani.

“Saya juga bangga, dan saya juga anak petani murni bisa jadi bupati. Karena saya dari kecil sudah biasa ngarit (nyabit rumput, red) dan saya sudah terbiasa seperti itu. Dan saya juga sekarang masih memelihara 2 ekor sapi. Jadi saya ingin mengedukasi masyarakat, karena pertanian ini sangat menunjang kehidupan. Jadi jangan malu kalau bapaknya petani,” tandas Bupati Gede Dana yang mengkhawatirkan generasi muda tidak mau bertani, padahal sudah ada ancaman krisis pangan dunia. Menyadari semangat para petani, Made Urip menyampaikan Bimtek ini sebagai hasil kerja sama Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian untuk menambah wawasan baru berkaitan dengan peningkatan produktifitas pertanian. M-U mengakui sebagai anggota dewan yang khusus mengurus perut rakyat dan kaum marhaen harus bisa membantu dan memperjuangan aspirasi petani di tingkat pusat.

1bl#ik-5/6/2022

Apalagi selama pandemi Covid-19 telah melumpuhkan sektor pariwisata di Bali yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Bali yang hampir minus 12 persen, sehingga banyak pekerja pariwisata yang pulang kampung bertani. Karena itu, politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu, akan memberikan dukungan penuh sektor pertanian di Karangasem, karena tidak bisa hanya mengadalkan APBD, sehingga perlu akses pemerintah pusat melalui ABPN yang masih surplus. “Nah sekarang seperti Badung tidak bisa lagi CGT (Cenik Gae To/ kecil pekerjaan itu, red), karena target PAD-nya tidak bisa tercapai,” sentil M-U, sembari menegaskan akan berusaha menjembatani kepentingan sektor pertanian di Karangasem yang masih sangat luar biasa, termasuk peternakan dan sub sektor hortikultura yang juga sangat luar biasa.

“Kita akan bantu semuanya, seperti UPPO dan sapi betina produktif sudah kita berikan. Apalagi saya dengan Pak Bupati warna bajunya sudah sama. Tidak seperti dulu lagi dan mari kita genjot sektor pertanian di Karangasem,” tegasnya. Di samping itu, dikatakan Gubernur Bali, Dr.Ir. Wayan Koster, MM., juga sudah menetapkan pertanian sebagai sektor unggulan, karena telah lama sebagai tradisi dan budaya, seperti Subak Basah dan Subak Abian yang harus terus dilestarikan. Ke depan juga harus terus dipertahankan lahan pertanian produktif jangan sampai berbuah beton. Selain itu generasi muda harus mulai tertarik dan terjun di sektor pertanian, karena petani sudah banyak yang tua dan umurnya lebih dari 60 sampai 70 tahun. Untuk itu, potensi pangan lokal di Karangasem harus bisa dihidupkan, seperti beras termasuk umbi-umbiannya.

1bl#ik-5/6/2022

“Saya akan membantu akses dan aspirasi pertanian ke depan. Jadi kita harus terus kompak dan bersatu dengan menjalin komunikasi secara terus menerus ke depannya,” tutup M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button