Politik dan Sosial Budaya

Ketua DPRD Badung Hadiri Karya di Pemerajan Agung Arya Wang Bang Pinatih


Badung, PancarPOS | Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri pelaksanaan Upacara Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Caru Rsi Gana lan Caru Wraspatikalpa di Pemerajan Agung Arya Wang Bang Pinatih Kuta, Kecamatan Kuta, Minggu (13/9/2026).

Kehadiran I Gusti Anom Gumanti dalam pelaksanaan karya tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus penghormatan terhadap adat dan tradisi Bali yang masih kuat dijalankan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Anom Gumanti mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap masyarakat yang tengah melaksanakan karya sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dengan krama dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan.

“Pelaksanaan karya seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga adat, tradisi dan budaya Bali. Pemerintah tentu memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan agar kegiatan keagamaan dan adat yang dilaksanakan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” demikian pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.

Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Caru Rsi Gana lan Caru Wraspatikalpa di Pemerajan Agung Arya Wang Bang Pinatih Kuta berlangsung secara khidmat.

Rangkaian upacara tersebut tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan krama serta menjaga keberlanjutan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Anom Gumanti mengatakan, keberadaan adat dan budaya Bali merupakan kekuatan masyarakat yang harus dijaga bersama. Terlebih, perkembangan zaman yang semakin cepat membuat generasi muda perlu terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga tradisi.

“Adat dan budaya Bali merupakan identitas yang harus kita rawat bersama. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya memiliki makna secara niskala, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah dan DPRD memiliki peran untuk memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan keagamaan. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pembangunan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Sejumlah tokoh agama, tokoh adat dan jajaran pemerintahan turut hadir dalam pelaksanaan karya tersebut.

Di antaranya Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Badung A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Penglingsir Griya Taman Sari Sanur, Mangku Agung Tegal Denpasar, Mangku Gede Pura Petitenget, Mangku Agung Dalem Pemayun Denpasar, Camat Kuta, Sekretaris Camat Kuta, Lurah Kuta, Bendesa Adat Kuta serta undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pelaksanaan karya sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada masyarakat dan keluarga besar Pemerajan Agung Arya Wang Bang Pinatih Kuta.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis bantuan hibah kepada Ketua Pemerajan Agung Arya Wang Bang Pinatih Kuta.

Bantuan hibah tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya yang digelar di Pemerajan Agung Arya Wang Bang Pinatih Kuta.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kegiatan masyarakat, khususnya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat. Harapannya, bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu kelancaran pelaksanaan karya,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Anom Gumanti juga menilai, keberadaan lembaga adat dan kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Nilai gotong royong yang tumbuh dalam setiap pelaksanaan karya menjadi modal sosial yang perlu terus dipertahankan.

Terlebih di tengah perkembangan pariwisata dan aktivitas masyarakat di kawasan Kuta, keberadaan adat dan budaya Bali harus tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

“Kemajuan daerah harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya. Jangan sampai pembangunan membuat kita kehilangan akar budaya. Justru adat dan budaya harus menjadi kekuatan dalam membangun Badung,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPRD, desa adat dan masyarakat menjadi kunci agar berbagai tradisi Bali tetap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kegiatan keagamaan juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial antarkrama. Dalam pelaksanaan karya, masyarakat secara bersama-sama menjalankan berbagai rangkaian kegiatan dengan semangat ngayah dan gotong royong.

Anom Gumanti berharap semangat tersebut terus dipertahankan. Menurutnya, nilai kebersamaan yang lahir dari kegiatan adat dan keagamaan merupakan kekuatan masyarakat Bali yang tidak boleh hilang di tengah perubahan zaman.

“Yang paling penting adalah bagaimana semangat kebersamaan ini terus diwariskan kepada generasi muda. Mereka harus mengetahui, memahami dan ikut terlibat dalam menjaga adat serta budaya Bali,” ujarnya. mas/ama/*


Back to top button