Adi Wiryatama Ajak Pemuda Banjar Luwus Perkuat Empat Pilar Kebangsaan
Paham Empat Pilar dan Bijak Hadapi Era Digital

Tabanan, PancarPOS | Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Adi Wiryatama, terus mendorong generasi muda untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pemuda dan pemudi Banjar Luwus, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai sekira pukul 18.00 Wita di Banjar Luwus tersebut menjadi ruang bagi Adi Wiryatama untuk berdialog langsung dengan kalangan generasi muda mengenai pentingnya menjaga persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi saat ini.
Sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Adi Wiryatama mengajak para pemuda dan pemudi untuk tidak hanya memahami Empat Pilar secara teori, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia.
Menurut Adi Wiryatama, pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut semakin penting bagi generasi muda karena pemuda merupakan bagian penting dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan. “Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi serta tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan,” tegas politisi senior yang pernah menjabat Ketua DPRD Bali dan Bupati Tabanan dua periode ini.

Ia menekankan, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. “Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, membantu sesama, menjaga lingkungan, serta mengutamakan kepentingan bersama merupakan bentuk sederhana dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” bebernya.
Demikian pula dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan latar belakang, pilihan, pendapat, maupun karakter tidak semestinya menjadi alasan untuk terpecah. “Justru keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang harus dijaga bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adi Wiryatama juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang berpotensi memecah persatuan. Media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi, namun pada saat yang sama juga dapat menjadi ruang penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, maupun provokasi.
Karena itu, pemuda dan pemudi diharapkan memiliki sikap kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial. “Setiap informasi yang diterima perlu disaring dan diperiksa kebenarannya sebelum diteruskan kepada orang lain,” jelas Adi Wiryatama.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Banjar Luwus juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Dialog secara langsung dinilai penting agar berbagai persoalan kebangsaan dapat dibahas dengan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Adi Wiryatama mendorong pemuda Banjar Luwus untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, semangat kebangsaan dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat, mulai dari banjar, desa, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan bersama pemuda dan pemudi Banjar Luwus. “Melalui sosialisasi ini, diharapkan generasi muda semakin memahami posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat sekaligus generasi penerus bangsa,” tandasnya.
Sebagai Anggota MPR RI, ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa agar tetap relevan dan diterapkan oleh generasi muda. Empat Pilar bukan sekadar materi sosialisasi, tetapi menjadi fondasi bersama untuk menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ia juga berharap pemuda dan pemudi Banjar Luwus dapat menjadi contoh dalam menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, menghargai keberagaman, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan di lingkungan masing-masing.
Melalui pemahaman kebangsaan yang kuat, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi generasi yang bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ama/ksm









