Usai Tegap di Barisan Paskibraka, Giri Prasta Ajak Generasi Muda Bali Menatap Indonesia Emas

Denpasar, PancarPOS | Seharian berdiri tegap menjalankan tugas negara, malam harinya anggota Paskibraka Provinsi Bali justru dibuat lepas. Seragam dan barisan disiplin berganti suasana akrab, penuh tawa, nyanyian hingga joget bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta.
Momen tersebut berlangsung dalam acara ramah tamah di Gedung Wanita Narigraha, Renon, Denpasar, Senin (17/8/2026) malam, setelah seluruh rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI selesai dilaksanakan.
Giri Prasta hadir mewakili Gubernur Bali Wayan Koster bersama anggota Paskibraka, pelatih, purna Paskibraka, guru, orang tua, serta jajaran Pemerintah Provinsi Bali.
Sebelum ramah tamah, mereka bersama-sama menyaksikan siaran langsung prosesi penurunan Sang Merah Putih dari Istana Merdeka, Jakarta.
Di hadapan para anggota Paskibraka, Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mereka menjalankan tugas. Ia juga memberikan penghargaan kepada para pelatih, purna Paskibraka, guru dan orang tua yang telah mendukung proses pembinaan.
Menurutnya, menjadi Paskibraka bukan sekadar mengenakan seragam dan menjalankan tugas dalam upacara. Pengalaman tersebut harus menjadi modal karakter untuk menghadapi perjalanan hidup yang jauh lebih panjang.
“Di situ kita merasa terharu, seolah-olah dibawa kembali, flashback ke tahun 1945. Seolah-olah kalianlah Paskibraka yang menghantarkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujar Giri Prasta.
Ia mengaku sempat merasa khawatir ketika menyaksikan prosesi penurunan bendera pada sore hari. Namun, rasa khawatir tersebut berubah menjadi kebanggaan setelah melihat anggota Paskibraka mampu mempertahankan kekompakan, stamina dan konsentrasi hingga seluruh prosesi berjalan lancar.
Giri Prasta menegaskan, penampilan sempurna di lapangan merupakan buah dari latihan panjang, disiplin, kerja keras serta dukungan keluarga dan para pelatih.
Cita-cita yang Tak Kesampaian
Di tengah suasana ramah tamah, Giri Prasta juga membuka cerita tentang masa mudanya. Ia mengaku sejak SMP hingga SMA pernah memiliki keinginan menjadi anggota Paskibraka.
Bahkan, ia sempat belajar bela diri dengan harapan dapat memiliki langkah yang tegap dan penampilan yang mendukung.
Namun, cita-cita tersebut tidak pernah terwujud. Saat itu, menurutnya, ada teman-temannya yang dinilai lebih layak dan memiliki kemampuan untuk menjadi anggota Paskibraka.
Kini, ketika melihat anak-anak muda Bali berdiri di barisan Paskibraka, pengalaman tersebut membuatnya memiliki rasa bangga tersendiri.
“Dengan semangat, disiplin, dan ketekunan yang kalian miliki hari ini, perjalanan kalian masih panjang. Tetap semangat, terus belajar, dan jangan pernah menyerah. Apa pun yang kalian cita-citakan, kejarlah dengan sungguh-sungguh. Dunia ada di tangan kalian,” pesannya.
Generasi Muda Penentu Masa Depan Bali
Giri Prasta berharap nilai yang diperoleh selama menjalani pembinaan Paskibraka tidak ikut dilepas bersama seragam. Disiplin, nasionalisme, tanggung jawab dan kerja keras harus terus menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebut anggota Paskibraka sebagai bagian dari generasi yang nantinya akan meneruskan estafet pembangunan Bali.
Karena itu, Pemprov Bali, kata Giri Prasta, akan terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui akses pendidikan, beasiswa dan pengembangan karier.
Menurutnya, menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan mencetak generasi yang unggul secara akademik. Karakter dan nasionalisme juga menjadi modal penting.
“Kalian memiliki intelektual dan pengetahuan. Suatu saat nanti, kalian akan menjadi penentu arah Bali di masa depan,” katanya.
Ia juga mengingatkan generasi muda mengenai berbagai tantangan yang akan dihadapi Bali. Mulai persoalan sampah, kemacetan, kebutuhan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hunian layak hingga pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menghadirkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memastikan pembangunan Bali memberikan manfaat yang lebih luas.
Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam proses tersebut.
Dari Barisan Tegap ke Panggung Hiburan
Setelah pesan kebangsaan dan masa depan Bali disampaikan, suasana malam itu berubah total.
Giri Prasta mengajak anggota Paskibraka dan para pelatih naik ke panggung. Lagu-lagu pop Bali hingga lagu Barat mulai mengalun.
Tidak hanya duduk menyaksikan, Giri Prasta ikut bernyanyi dan mengajak para anggota Paskibraka berjoget bersama.
Tepuk tangan, tawa dan sorakan pun pecah. Anak-anak muda yang sejak pagi tampil serius, disiplin dan penuh konsentrasi akhirnya bisa menikmati malam dengan lebih santai.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa di balik barisan yang tegap dan wajah serius saat menjalankan tugas negara, para anggota Paskibraka tetap merupakan anak-anak muda dengan energi, mimpi dan cita-cita besar.
Sebagai bentuk apresiasi, Giri Prasta menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk seluruh anggota Paskibraka Provinsi Bali.
Dua anggota Paskibraka, masing-masing satu putra dan satu putri, juga menerima hadiah masing-masing Rp1 juta.
Sebelum mengakhiri pertemuan, Giri Prasta kembali menitipkan pesan agar semangat yang ditempa selama menjalani pendidikan dan latihan Paskibraka tidak berhenti setelah tugas selesai.
“Rasa nasionalisme dan patriotisme harus terus kita tanamkan. Kita harus berusaha bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Dari lapangan upacara hingga panggung hiburan, malam itu menjadi penutup perjalanan Paskibraka Bali dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pesan yang ditinggalkan pun jelas: barisan boleh dibubarkan, seragam boleh dilepas, tetapi semangat pengabdian dan nasionalisme harus tetap menyala. mas/ama/*









