Sekkot Denpasar Eddy Mulya Dampingi Menteri PKP Tinjau Program Bedah Rumah, Alokasi BSPS Bali Melonjak 4.184 Unit

Denpasar, PancarPOS | Sekretaris Kota (Sekkot) Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, meninjau pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Banjar Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Senin (10/8/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Denpasar dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kunjungan itu, Menteri PKP meninjau langsung rumah milik Ni Wayan Pageh yang menjadi salah satu penerima bantuan BSPS Tahun Anggaran 2026. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, jajaran TNI-Polri, OPD terkait, serta masyarakat penerima manfaat.
Maruarar Sirait mengungkapkan, alokasi Program BSPS untuk Provinsi Bali tahun 2026 meningkat drastis menjadi 4.184 unit dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 31 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 259 unit dialokasikan untuk Kota Denpasar.
Program tersebut memberikan bantuan sebesar Rp20 juta per unit, terdiri dari Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Sekkot Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan Pemerintah Kota Denpasar mendukung penuh program pemerintah pusat tersebut karena sejalan dengan komitmen meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Menurutnya, selain menerima bantuan BSPS dari pemerintah pusat, Pemkot Denpasar juga telah menjalankan program bedah rumah daerah yang hingga kini telah menyasar 50 unit rumah warga.
“Ini menjadi bukti kehadiran Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Pusat dalam membantu masyarakat memiliki rumah yang lebih layak huni. Ke depan program ini akan terus kami tingkatkan agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” ujar Eddy Mulya.
Sementara itu, penerima bantuan Ni Wayan Pageh mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung itu mengatakan selama proses renovasi rumah, keluarganya difasilitasi Pemerintah Kota Denpasar untuk tinggal sementara di rumah kos.
Hal senada disampaikan I Made Suara yang juga menjadi penerima bantuan. Ia mengaku bersyukur rumah warisan orang tuanya akhirnya dapat direnovasi melalui Program BSPS. mas/ama/*









