Nasional

Pemprov Bali Dukung PSEL Berteknologi Modern, Olah 1.500 Ton Sampah per Hari


Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong pembangunan sistem pengelolaan sampah modern melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali yang dibangun di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, pada Rabu (8/7/2026). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung transisi energi bersih di Pulau Dewata.

PSEL Bali dibangun dengan investasi sekitar Rp3 triliun dan dirancang memiliki kapasitas mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap hari. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), fasilitas tersebut juga akan menghasilkan energi listrik yang mampu memasok kebutuhan sekitar 100.000 rumah.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Menurutnya, berbagai tahapan telah diselesaikan, mulai dari seleksi mitra strategis, proses negosiasi, pembentukan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP), penandatanganan kerja sama, perizinan, hingga pematangan lahan sebagai dasar dimulainya konstruksi.

PSEL Bali akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang telah diterapkan di berbagai negara. Sistem tersebut dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) berlapis dengan standar emisi Eropa (EU IED), sehingga mampu menekan emisi secara signifikan dibandingkan metode pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir.

Selain mendukung pengelolaan sampah modern, proyek ini juga diproyeksikan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau selama masa konstruksi maupun operasional. Target operasi komersial dijadwalkan pada Semester I Tahun 2028.

Keunikan lain dari PSEL Bali adalah penerapan konsep arsitektur yang mengusung filosofi Tri Hita Karana. Bangunan akan mengadopsi unsur arsitektur khas Bali, menggunakan material lokal, serta dilengkapi pusat edukasi dan jalur pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat.

Melalui pembangunan PSEL tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berharap sistem pengelolaan sampah di Bali semakin modern, ramah lingkungan, serta mampu mendukung keberlanjutan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. mas/ama/*


Back to top button