Gubernur Koster Bidik Ekonomi Bali Tumbuh 6,10 Persen, Targetkan Pendapatan Warga Tembus Rp72 Juta per Tahun

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bali harus bergerak dalam satu arah, satu pola, dan satu tata kelola pembangunan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 6,10 persen pada tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat memimpin Rapat Koordinasi Gubernur dengan Bupati dan Wali Kota se-Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (8/6/2026), mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WITA. Rapat dihadiri lengkap oleh seluruh bupati dan wali kota se-Bali beserta jajaran masing-masing.
Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi 6,10 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali secara menyeluruh.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut harus mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat Bali menjadi di atas Rp72 juta per tahun. Selain itu, pembangunan ekonomi juga harus berdampak langsung pada penurunan berbagai indikator sosial yang masih menjadi tantangan daerah.
Pemerintah Provinsi Bali menargetkan angka kemiskinan turun menjadi di bawah 3,42 persen, tingkat pengangguran terbuka ditekan hingga di bawah 1,45 persen, tingkat kesenjangan pendapatan atau rasio gini berada di bawah angka 0,333, serta prevalensi stunting turun menjadi di bawah 8 persen.
“Target-target ini hanya bisa dicapai apabila pembangunan ekonomi Bali dilakukan secara terintegrasi, terpadu, dan berbasis potensi masing-masing wilayah kabupaten dan kota,” tegas Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.
Gubernur Bali dua periode itu menjelaskan setiap daerah memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda sehingga strategi pembangunan harus berangkat dari sektor-sektor unggulan yang menjadi kekuatan utama masing-masing wilayah. Namun demikian, seluruh program pembangunan tetap harus berjalan dalam kerangka besar pembangunan Bali sebagai satu kesatuan wilayah.
Gubermur Koster menegaskan konsep pembangunan Bali ke depan tetap berlandaskan prinsip “1 Pulau, 1 Pola, dan 1 Tata Kelola”. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dan memperkuat antarwilayah di seluruh Bali.
Konsep itu juga merupakan implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru yang selama ini menjadi landasan pembangunan daerah.
Rapat koordinasi diawali dengan pemaparan dari masing-masing bupati dan wali kota secara bergiliran. Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah menjelaskan target pertumbuhan ekonomi wilayahnya serta strategi yang akan ditempuh untuk mencapai sasaran pembangunan sesuai kondisi dan potensi daerah masing-masing.
Berbagai sektor strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari pertanian, pariwisata, perikanan, industri kreatif, perdagangan, UMKM, hingga penguatan investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Setelah mendengarkan pemaparan seluruh kepala daerah, Gubernur Koster memberikan arahan komprehensif terkait kebijakan pembangunan ekonomi Bali. Ia juga menguraikan sektor-sektor unggulan yang dinilai menjadi faktor dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2026.
“Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis,” katanya.
Melalui koordinasi yang kuat dan pembangunan yang terintegrasi, Pemerintah Provinsi Bali optimistis target pertumbuhan ekonomi 6,10 persen dapat dicapai sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat berupa peningkatan pendapatan, pengurangan kemiskinan, penurunan pengangguran, pemerataan kesejahteraan, dan perbaikan kualitas kesehatan generasi muda Bali. ama/ksm/*









