Daerah

Samsat Denpasar Tancap Gas! Bayar Pajak Tepat Waktu Dapat Diskon Hingga 10 Persen, Pelayanan Kini Sampai Malam


Denpasar, PancarPOS | Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan bebas ribet, UPTD Samsat Denpasar justru tampil dengan gebrakan besar. Tidak hanya mempercepat layanan administrasi perpajakan kendaraan, Samsat Denpasar kini bergerak lebih agresif dengan berbagai inovasi pelayanan, pemberian insentif bagi wajib pajak taat, hingga pelayanan malam hari demi mengejar kepuasan masyarakat dan optimalisasi pendapatan daerah. Langkah progresif itu ditegaskan langsung Kepala UPTD Samsat Denpasar (UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali di Kota Denpasar), Anak Agung Rai Sugiartha, S.STP., M.Si., dalam Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 yang digelar pada Senin (11/5/2026) sebagai wadah evaluasi sekaligus ruang dialog terbuka bersama masyarakat, media, dan berbagai elemen pengawasan publik.

Forum Konsultasi Publik tersebut, juga turut dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pelayanan perpajakan dan peningkatan kepatuhan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Ditlantas Polda Bali, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali, Inspektur Provinsi Bali, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali, serta Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali.

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi Samsat Denpasar untuk membuka secara terang capaian pelayanan, tantangan di lapangan, hingga strategi besar yang sedang dijalankan menghadapi perubahan perilaku masyarakat di era digital dan percepatan pelayanan publik. “Kami harus berani mengambil langkah-langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu kami melaksanakan Forum Konsultasi Publik agar masyarakat, media, dan berbagai elemen bisa ikut memberikan masukan serta pengawasan terhadap pelayanan kami,” tegas Gung Rai sapaan akrbnya itu.

Menurutnya, pelayanan publik saat ini tidak lagi bisa berjalan dengan pola lama yang birokratis dan lamban. Masyarakat kini menuntut pelayanan yang cepat, praktis, transparan, dan mudah diakses kapan saja. Karena itu, Samsat Denpasar dipaksa melakukan transformasi pelayanan secara menyeluruh. “Kami memahami masyarakat sekarang maunya cepat. Semua ingin selesai cepat, proses cepat, pelayanan cepat. Karena itu inovasi harus terus dilakukan,” ujarnya. Dalam forum tersebut, Samsat Denpasar memaparkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2026 yang melibatkan 434 responden. Survei tersebut menjadi salah satu alat ukur utama dalam mengevaluasi kualitas pelayanan yang selama ini diberikan kepada masyarakat.

Berbagai unsur pelayanan menjadi objek penilaian masyarakat. Mulai dari persyaratan pelayanan, sistem mekanisme dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya atau tarif, spesifikasi jenis layanan, kompetensi petugas pelayanan, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, hingga kualitas sarana dan prasarana pelayanan. Hasil survei menunjukkan tren pelayanan Samsat Denpasar terus mengalami peningkatan signifikan sejak 2022 hingga 2025. Bahkan beberapa unsur pelayanan memperoleh penilaian tinggi dari masyarakat. “Ini membuktikan bahwa pelayanan kami terus membaik. Grafik kepuasan masyarakat terus naik dari tahun ke tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut bukan terjadi begitu saja, melainkan hasil dari pembenahan internal yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari peningkatan disiplin pegawai, evaluasi rutin, pengawasan pelayanan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. “Kami rutin melakukan pembinaan kepada seluruh petugas agar disiplin dan profesional dalam melayani masyarakat,” ujarnya. Tidak hanya mengandalkan pelayanan konvensional di kantor Samsat, UPTD Samsat Denpasar juga melakukan ekspansi pelayanan berbasis digital dan jemput bola. Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian publik ialah layanan pengingat jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan melalui WhatsApp Blast. Melalui sistem tersebut, masyarakat akan menerima notifikasi otomatis sebelum masa pembayaran pajak kendaraan berakhir.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi angka keterlambatan pembayaran pajak sekaligus membantu masyarakat agar tidak terkena denda administrasi. “Kami sekarang aktif mengingatkan wajib pajak lewat WhatsApp sebelum jatuh tempo. Jadi masyarakat bisa langsung mengetahui kapan harus membayar pajak,” jelas Gung Rai. Selain pengingat digital, Samsat Denpasar juga aktif melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui pola door to door. Petugas turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi, sosialisasi, sekaligus mengingatkan masyarakat yang belum membayar pajak kendaraan.

Bahkan, menurut Agung Rai Sugiartha, petugas Samsat tetap bergerak aktif hingga bulan Mei 2026 untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat yang masih menunggak pajak kendaraan. “Kami turun langsung ke masyarakat. Petugas aktif mengingatkan wajib pajak yang belum membayar,” katanya. Tak hanya itu, berbagai kanal pelayanan juga diperluas melalui kerja sama dengan desa adat, LPD, Samsat Keliling, Samsat Kerti, media sosial, hingga platform digital lainnya. Menurutnya, strategi pelayanan tidak bisa lagi hanya menunggu masyarakat datang ke kantor. Pelayanan harus hadir mendekati masyarakat. “Kami bekerja sama dengan desa adat, LPD, Samsat Keliling, bahkan memanfaatkan Facebook dan media sosial lainnya agar informasi pelayanan bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” ujarnya.

Salah satu program yang paling mendapat perhatian publik ialah pemberian insentif atau penghargaan kepada wajib pajak yang taat membayar pajak tepat waktu. Program tersebut lahir dari gagasan internal agar masyarakat yang disiplin memenuhi kewajiban perpajakan juga memperoleh bentuk apresiasi nyata dari pemerintah. “Kami ingin wajib pajak yang taat juga mendapatkan penghargaan,” katanya. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memberikan potongan pajak sebesar 5 persen untuk kendaraan roda empat dan 10 persen bagi kendaraan roda dua yang membayar pajak tepat waktu.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong budaya tertib pajak di Kota Denpasar. “Ini bentuk apresiasi kepada masyarakat yang taat membayar pajak,” tegasnya. Dalam forum tersebut, Agung Rai Sugiartha juga menyoroti persoalan administrasi kendaraan yang masih sering terjadi di masyarakat. Salah satunya terkait kendaraan yang sudah dijual atau tidak digunakan namun belum dilakukan pemblokiran data. Ia menegaskan masyarakat wajib segera melaporkan kendaraan yang sudah tidak dimiliki agar tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun kewajiban pajak di kemudian hari. “Kendaraan yang sudah tidak dimiliki harus segera dilaporkan dan dibuatkan surat pernyataan agar datanya bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, validitas data kendaraan menjadi sangat penting dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah sekaligus mencegah persoalan hukum di masa mendatang. Selain membahas inovasi pelayanan, Forum Konsultasi Publik tersebut juga mengungkap tantangan berat yang dihadapi Samsat Denpasar akibat tingginya volume masyarakat yang datang mengurus administrasi kendaraan. Tingginya antusiasme masyarakat bahkan membuat kondisi pelayanan beberapa kali mengalami kepadatan luar biasa. Namun demikian, petugas Samsat tetap diminta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Sebagai bentuk komitmen pelayanan, jam operasional pelayanan dengan sistem drive thru bahkan diperpanjang hingga malam hari. Jika sebelumnya pelayanan hanya berlangsung sampai pukul 20.00 WITA, kini diperpanjang sampai pukul 21.00 WITA. “Petugas kami tetap melayani sampai malam karena masyarakat sangat banyak. Dalam waktu dekat akan dibuka sistem drive thru di Terminal Ubung,” kata Agung Rai Sugiartha.

Menariknya, pelayanan tambahan tersebut dilakukan tanpa tambahan anggaran lembur khusus. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Samsat Denpasar menerapkan sistem shift pelayanan siang dan sore. “Kami bagi sistem shift agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” ujarnya. Semangat pelayanan para petugas Samsat Denpasar disebut menjadi salah satu faktor utama keberhasilan peningkatan pelayanan publik di Kota Denpasar.

Sosialisasi juga terus dilakukan melalui berbagai metode, termasuk penyebaran video edukasi, media sosial, hingga penyuluhan langsung kepada masyarakat. Agung Rai menilai pelayanan publik modern tidak hanya berbicara soal kecepatan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan administrasi dan perpajakan. Menurutnya, pajak kendaraan memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah, sehingga kepatuhan masyarakat menjadi faktor vital bagi keberlangsungan pembangunan di Bali. “Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali untuk pembangunan dan pelayanan publik,” ujarnya.

Ke depan, Samsat Denpasar juga berencana memperluas jangkauan pelayanan melalui penambahan unit mobil pelayanan Samsat Keliling di sejumlah kecamatan. Langkah itu dilakukan agar masyarakat di wilayah pinggiran maupun daerah padat penduduk dapat lebih mudah mengakses pelayanan perpajakan kendaraan. “Kami berharap ke depan ada tambahan unit mobil pelayanan agar jangkauan pelayanan semakin luas,” katanya. Rencana tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerataan pelayanan publik di seluruh wilayah Denpasar. Melalui berbagai inovasi yang dijalankan, Samsat Denpasar kini tidak hanya berupaya mengejar target penerimaan pajak daerah, tetapi juga membangun wajah baru pelayanan publik yang lebih modern, cepat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Transformasi pelayanan yang dilakukan Samsat Denpasar juga menjadi gambaran bahwa birokrasi pelayanan publik di Bali mulai bergerak menuju sistem yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Di tengah tantangan birokrasi dan tingginya ekspektasi masyarakat, Samsat Denpasar justru memilih membuka diri, memperluas pelayanan, dan membangun komunikasi aktif dengan masyarakat. “Kami akan terus membuka ruang evaluasi dan memperbaiki pelayanan agar masyarakat benar-benar merasa dilayani dengan baik,” pungkas Gung Rai. ama/ksm


Back to top button