Denpasar, PancarPOS | PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Regional Bali Nusra memastikan kesiapan penuh menghadapi periode Angkutan Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Berbagai langkah strategis disiapkan guna menjamin kelancaran operasional pelabuhan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Pelindo bersama seluruh pemangku kepentingan pelabuhan resmi membuka Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Pelabuhan Benoa. Posko ini akan beroperasi mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026 dan berfungsi sebagai pusat koordinasi pelayanan, pengawasan operasional, serta pemantauan pergerakan kapal dan penumpang selama periode angkutan Lebaran.
General Manager Pelindo Regional Bali Nusra, Agung Mataram, menjelaskan bahwa berdasarkan taksiran sementara untuk periode 7 Maret hingga 7 April 2026, Pelabuhan Benoa diproyeksikan melayani sekitar 4.480 penumpang dengan total delapan kunjungan kapal penumpang.
“Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 2.664 penumpang embarkasi dan 1.816 penumpang debarkasi,” jelasnya.
Jika dibandingkan dengan periode Angkutan Lebaran tahun 2025, jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan. Tahun lalu Pelabuhan Benoa melayani sebanyak 7.424 penumpang yang terdiri dari 5.338 penumpang embarkasi dan 2.086 penumpang debarkasi dengan tujuh kunjungan kapal penumpang.
Secara year on year (YoY), trafik penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa diproyeksikan turun sekitar 39,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Agung Mataram, penurunan jumlah penumpang tersebut dipengaruhi oleh adanya penyesuaian operasional rute kapal yang dilakukan oleh operator pelayaran.
“Beberapa kapal yang biasanya melayani rute Benoa dialihkan untuk memperkuat layanan pada jalur dengan permintaan mudik yang lebih tinggi, khususnya rute Kalimantan–Jawa,” ungkapnya.
Selain faktor tersebut, secara historis pergerakan penumpang pada periode Lebaran di Bali memang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik demografi masyarakat Bali yang mayoritas non-muslim sehingga mobilitas mudik Lebaran tidak setinggi daerah lain.
Berdasarkan pola pergerakan penumpang yang tercatat, puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Tanggal 16 Maret diprediksi menjadi puncak arus penumpang dengan jumlah sekitar 948 orang, disusul 14 Maret dengan sekitar 876 penumpang.
Meski demikian, Pelindo tetap memastikan seluruh fasilitas dan operasional pelabuhan dalam kondisi siap guna mendukung kelancaran pelayanan selama periode Angkutan Lebaran. Berbagai langkah telah dilakukan mulai dari optimalisasi fasilitas terminal penumpang, peningkatan koordinasi dengan KSOP, PT Pelni serta instansi terkait, penyiapan personel operasional tambahan selama masa posko, hingga penguatan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan. ama/ksm






