Taklukkan Tikungan Akhir, Bintang Kibarkan Merah Putih Di Moto4 Asia Cup Buriram

Jakarta, PancarPOS | Pebalap muda Indonesia yang turun di ajang Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) tampil menjanjikan pada balapan putaran pertama yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu, 28 Februari 2026. Bintang Pranata Sukma sukses mengamankan podium ketiga lewat manuver berani di tikungan terakhir. Bendera Merah Putih pun berkibar di Negeri Gajah Putih, menjadi penanda kebangkitan talenta muda balap Tanah Air di level Asia.
Sejak sesi kualifikasi, determinasi empat pebalap binaan PT Astra Honda Motor sudah terlihat. Bintang memulai balapan dari posisi kelima, Resky Yusuf di posisi keempat, Muh Badly Ayatullah ke-11, dan Maulana Malik ke-14. Start yang kompetitif membuka peluang besar bagi para pebalap Indonesia untuk bersaing di rombongan depan.
Lima lap pertama berlangsung panas. Bintang, Resky, dan Badly sempat merangsek ke barisan perebut podium. Persaingan ketat membuat posisi terus berubah di setiap sektor. Mereka tidak hanya adu cepat, tetapi juga memainkan strategi: menjaga suhu dan grip ban, membaca racing line lawan, serta menunggu momentum untuk menyerang.
Memasuki lap-lap krusial, tensi meningkat. Serangan demi serangan terjadi di beberapa titik pengereman keras. Bintang dan Resky bertahan di persaingan 10 besar, terus memacu Honda NSF250R mereka dengan presisi tinggi. Di lintasan sepanjang lebih dari 4,5 kilometer itu, konsentrasi menjadi pembeda antara podium dan kehilangan posisi.
Momen penentuan terjadi di tikungan terakhir. Bintang yang berada di posisi kelima melihat celah tipis di depan. Dengan keberanian penuh perhitungan, ia menusuk masuk, melewati dua pebalap sekaligus dalam satu rangkaian manuver pengereman dan cornering yang bersih. Keluar tikungan, ia sudah berada di posisi ketiga. Garis finis memastikan Indonesia berdiri di podium, diapit dua pebalap Jepang.
Sementara itu, Resky harus puas finis di posisi ke-10 setelah sempat tercecer di awal lomba. Badly menyelesaikan balapan di posisi ke-14, dan Maulana di posisi ke-15. Meski belum seluruhnya sesuai harapan, pengalaman race pertama menjadi modal berharga untuk balapan berikutnya.
Bintang Pranata Sukma bersyukur atas raihan podium tersebut. Ia mengakui balapan berlangsung sangat ketat dan beberapa kali hampir kehilangan posisi. Ia berusaha mengejar dua pebalap terdepan, namun mengakui pace-nya belum cukup untuk menyalip hingga finis. Ia bertekad memperbaiki performa dan membidik kemenangan pada race berikutnya.
Muh Badly Ayatullah menuturkan start balapan berjalan sesuai rencana. Dari posisi ke-11, ia bahkan sempat memimpin di awal lap. Namun insiden di depannya memaksanya melebar dan kehilangan feeling terhadap motor. Posisi ke-14 memang belum memuaskan, tetapi ia siap bangkit di race kedua.
Maulana Malik mengaku sempat berada di grup 10 besar pada awal lomba dan berusaha menjaga ritme untuk mengejar rombongan depan. Sayangnya, ia kehilangan konsistensi di lap-lap akhir sehingga harus turun ke posisi ke-15. Ia menilai race pertama ini menjadi pelajaran penting untuk evaluasi.
Resky Yusuf juga menghadapi tantangan berat. Start yang kurang maksimal membuatnya kehilangan lima posisi di lap pertama. Meski demikian, ia tidak menyerah dan sempat kembali bersaing di perebutan posisi depan pada pertengahan lomba. Kesalahan kecil di lap ke-9 membuatnya terjebak di grup kedua dan sulit kembali ke barisan depan. Ia menutup balapan di posisi ke-10 dan berjanji tampil lebih agresif pada balapan selanjutnya.
Podium Bintang di Buriram menjadi sinyal bahwa pembinaan berjenjang pebalap muda Indonesia terus menunjukkan hasil. Di sirkuit yang dikenal teknis dan menuntut presisi tinggi itu, keberanian dan kecerdasan membaca situasi menjadi kunci. Race pertama telah selesai, tetapi perjuangan belum usai. Race berikutnya menjadi panggung pembuktian selanjutnya bagi para pejuang Merah Putih di Asia. uni/ama







