Teknologi dan Otomotif

Bukan Omon-Omon! Pemkot Denpasar Guyur 39 Unit Motor Listrik MAKA untuk Bendesa Adat

Patut Ditiru! Bali Bersih Harus Dibuktikan dengan Energi Bersih


Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Kota Denpasar akhirnya membuktikan bahwa slogan “Bali bersih dengan energi bersih” tidak cukup berhenti di baliho, seminar, atau seremoni penuh kata-kata. Di tengah riuhnya jargon transisi energi dan komitmen pengurangan emisi yang sering kali berakhir sebagai omon-omon, Denpasar melangkah konkret. Melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, ternyata Pemkot mengguyur 39 unit sepeda motor listrik MAKA Cavalry sebagai kendaraan operasional Jero Bendesa di seluruh desa adat se-Kota Denpasar.

Langkah ini bukan sekadar simbolik. Ini adalah pernyataan politik kebudayaan dan keberpihakan lingkungan yang nyata. Bahwa modernisasi tidak harus mematikan adat. Bahwa energi bersih bisa berjalan beriringan dengan tradisi. Dan bahwa kepemimpinan daerah diuji bukan dari pidato, tetapi dari keputusan berani.

Momentum penting itu dipertegas dalam Paruman Bandesa Adat Sekota Denpasar Warsa 2025 yang digelar pada Redite Paing Pahang, Minggu, 21 Desember 2025 di Desa Adat Sesetan, Denpasar Selatan. Dalam forum tersebut, 39 unit motor listrik MAKA Cavalry resmi didistribusikan langsung secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E., M.M., untuk menunjang mobilitas Jero Bendesa se-Kota Denpasar.

Di balik realisasi program ini, PT Sentrik Persada Nusantara tampil bukan hanya sebagai distributor, tetapi sebagai mitra strategis transformasi transportasi hijau. General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Pande Yuliasanjaya, menegaskan bahwa distribusi motor listrik ini merupakan respons terhadap kebutuhan operasional desa adat yang semakin kompleks, cepat, dan menuntut efisiensi.

Menurut Pande, MAKA Cavalry dipilih bukan tanpa alasan. “Spesifikasinya powerful dan versatile, sesuai dengan karakter wilayah Bali yang dinamis, padat aktivitas adat, namun tetap menuntut efisiensi biaya dan kepedulian lingkungan,” ungkap Pande saat ditemui di Denpasar, pada Kamis (19/2/2026).

Motor listrik ini dibekali motor penggerak hub-drive dengan daya 4 kW dan peak power hingga 7 kW, yang mampu melesat hingga kecepatan maksimal 105 km/jam. Untuk ukuran kendaraan operasional desa, angka ini lebih dari cukup. Bahkan sangat responsif untuk mobilitas cepat antar-banjar, menghadiri upacara adat, rapat mendadak, hingga koordinasi lintas wilayah.

Akselerasinya juga impresif. Dari 0 hingga 60 km/jam hanya dalam 4,8 detik. Artinya, ketika Jero Bendesa harus bergerak cepat menghadapi dinamika sosial, kendaraan ini siap menjawab tanpa jeda.

Jarak Tempuh 160 Km, Operasional Seharian Tanpa Drama

Salah satu keunggulan utama MAKA Cavalry adalah daya jelajahnya. Dengan baterai lithium ferro phosphate berkapasitas 4 kWh (76,8V 52Ah), motor ini mampu menempuh jarak hingga 160 km dalam sekali pengisian daya, diuji sesuai gaya berkendara orang Indonesia.

“Ini bukan angka teoritis di atas kertas. Dengan jarak tersebut, Jero Bendesa dapat menjalankan aktivitas operasional sepanjang hari tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah jalan,” bebernya.

Pengisian dayanya pun fleksibel. Menggunakan MAKA Charger standar, pengisian penuh membutuhkan sekitar 8,5 jam. Dengan MAKA Charger+ hanya 3,5 jam. Bahkan dengan MAKA Fast Charger, baterai dapat terisi dalam waktu sekitar 1,5 jam. Untuk kebutuhan operasional desa adat yang ritmenya bisa berubah cepat, fleksibilitas ini menjadi nilai tambah strategis.

Lebih dari itu, baterai dan dinamo telah bersertifikasi IP67, artinya tahan debu dan mampu bertahan dalam genangan air hingga kedalaman 60 cm selama 30 menit. Dalam konteks Bali yang kerap diguyur hujan lebat atau menghadapi kondisi jalan yang tak selalu ideal, fitur ini bukan gimmick, tetapi kebutuhan nyata.

Tangguh Menanjak, Siap Hadapi Kontur Bali

Denpasar mungkin relatif datar, tetapi mobilitas desa adat tak selalu hanya di jalan protokol. Dengan kemampuan menanjak hingga kemiringan 30 derajat dan torsi maksimum 251 Nm di roda belakang, MAKA Cavalry dirancang untuk tetap bertenaga di berbagai kondisi medan.

Tenaga maksimalnya setara 12 HP (9 kW), cukup untuk membawa pengendara dengan stabil, bahkan ketika membawa perlengkapan adat atau dokumen dalam jumlah banyak.

Ditambah rangka high strength double cradle tubular, suspensi depan dual telescopic fork, serta suspensi belakang dual shock adjustable 5 step, kenyamanan tetap terjaga meski digunakan intensif. Sistem pengereman hydraulic brake system dengan double disc brake serta disc brake di depan dan belakang memastikan keamanan maksimal.

Bagasi Luas 26 Liter, Bukan Motor Gaya-gayaan

Banyak motor listrik gagal memahami kebutuhan riil pengguna. Namun MAKA Cavalry tampil berbeda. Bagasinya luas, mencapai 26 liter. Cukup untuk menyimpan helm full-face, dokumen dinas, bahkan perlengkapan adat kecil yang kerap dibawa Jero Bendesa saat menghadiri upacara atau paruman.

Dimensi kendaraan 1.922 mm x 731 mm x 1.173 mm dengan jarak sumbu roda 1.345 mm memberikan kestabilan saat dikendarai. Tinggi jok 770 mm nyaman untuk postur mayoritas masyarakat Bali. Berat kosong 132,6 kg masih terbilang ideal untuk kendaraan operasional.

Fitur Digital Modern, Adat Tak Tertinggal Zaman

Motor ini dilengkapi display digital lengkap yang menampilkan status pengisian daya, indikator baterai, mode berkendara HI REGEN dan HI TORQUE, konsumsi daya Wh/km, jarak tempuh tersisa, hingga indikator peringatan pada e-motor, baterai, dan controller.

Fitur dual USB port tipe A dan C (5V/2,1A) memungkinkan pengisian gadget selama perjalanan. Lampu utama dan belakang sudah LED, lebih terang dan hemat energi.

Mode HI REGEN membantu efisiensi daya melalui regenerative braking, sementara HI TORQUE memberikan respons tenaga lebih agresif saat dibutuhkan.

Bali Bersih Tak Boleh Sekadar Slogan

Di sinilah letak pesan moralnya. Ketika daerah lain masih sibuk berbicara tentang komitmen pengurangan emisi, Denpasar mengambil langkah nyata. Memberikan motor listrik kepada Jero Bendesa bukan hanya soal kendaraan. Ini tentang arah kebijakan.

“Desa adat adalah jantung Bali. Ketika desa adat bergerak dengan energi bersih, pesan yang disampaikan sangat kuat, maka modernisasi tidak harus menggerus kearifan lokal. Justru adat bisa menjadi motor penggerak transformasi lingkungan,” sentilnya.

Apakah slogan “Bali bersih dengan energi bersih” hanya akan berhenti pada spanduk dan baliho? Atau berani diwujudkan dalam kebijakan konkret seperti yang dilakukan Denpasar?

Penyerahan simbolis dalam Paruman Bandesa Adat Sekota Denpasar Warsa 2025 menjadi penanda era baru. Para Jero Bendesa tidak hanya menerima kunci, tetapi menerima mandat perubahan. Mereka bahkan berkesempatan melakukan test drive, merasakan langsung akselerasi instan, manuver lincah, dan respon throttle presisi.

Mwnurut Pande, Sentrik Bali menyatakan kesiapan menjadi mitra terpercaya bagi instansi pemerintah dan swasta dalam penyediaan solusi kendaraan listrik. MAKA Cavalry disebut bukan sekadar kendaraan, tetapi alat kerja praktis, hemat energi, dan berdampak positif bagi pelestarian lingkungan Bali.

“Denpasar telah memulai. Energi bersih bukan lagi wacana. Desa adat tidak lagi diposisikan sebagai objek, tetapi sebagai subjek transformasi. Ketika kendaraan operasional tokoh adat sudah beralih ke listrik, maka pesan perubahan itu bergerak dari pusat kota hingga ke gang-gang kecil,” tegas Pande. ama/ksm


Back to top button