Senin, April 27, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalBuka Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster Tegaskan Aksara Bali Harus Tampil...

Buka Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster Tegaskan Aksara Bali Harus Tampil di Semua Ruang

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menggenjot implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali pada periode kedua kepemimpinannya. Penegasan itu disampaikan saat membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Minggu (1/2/2026).

Koster menilai penggunaan Aksara Bali di ruang publik masih belum tertib dan belum menjadi kebiasaan bersama. Karena itu, pada periode kedua ini ia bertekad mendorong gerakan masif agar Aksara Bali benar-benar hadir di seluruh ruang kehidupan masyarakat Bali.

“Di periode kedua ini saya akan genjot agar menjadi gerakan bersama supaya Aksara Bali tampil di semua ruang. Gunakan Aksara Bali, kalau bisa tanpa huruf latin, itu keren,” tegasnya di hadapan peserta pembukaan.

Menurut Koster, Aksara Bali bukan sekadar ornamen atau pelengkap visual, melainkan bagian inti dari kebudayaan Bali yang harus dijaga keberlanjutannya. Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Jepang, Korea, China, dan Thailand yang mampu menjaga aksara leluhur mereka dan terbukti memiliki peradaban yang kuat.

“Negara yang punya aksara dan mampu melestarikannya memiliki peradaban kuat dan menjadi negara maju. Itu fakta,” ujarnya.

Sebagai seorang peneliti, Koster mengaku sering merenungkan keagungan warisan leluhur Bali yang mampu menciptakan sistem aksara yang begitu indah dan kompleks. Menurutnya, generasi sekarang tidak dibebani tugas menciptakan, melainkan cukup menggunakan dan menertibkan pemakaian Aksara Bali secara konsisten.

“Aksara Bali itu bukan pajangan. Ada pesan luhur yang ingin ditanamkan leluhur kita, yaitu menjaga warisan untuk memperkuat jati diri dan karakter sebagai orang Bali. Jadi bukan sekadar fashion,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Bali untuk disiplin, tidak malu, dan justru bangga menggunakan Aksara Bali, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk saling mengingatkan jika terjadi pelanggaran dalam penggunaannya. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img