Pariwisata dan Hiburan

Gubernur Koster Tegaskan Kesucian Gunung dan Danau Batur Wajib Dijaga, Geopark Bukan Sekadar Status Dunia

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pengelolaan Batur UNESCO Global Geopark tidak boleh berhenti pada pencapaian status internasional semata, melainkan harus diwujudkan dalam tanggung jawab nyata menjaga kelestarian Gunung dan Danau Batur beserta seluruh ekosistemnya agar tetap bersih, lestari, dan suci.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima Ketua Pengelola Batur UNESCO Global Geopark, I Wayan Gobang Edi Sucipto, Kamis, 15 Januari 2026, yang bertepatan dengan Wraspati Paing, Tambir, di ruang tamu Kantor Gubernur Bali.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa Gunung Batur bukan hanya kawasan geologi bernilai tinggi secara global, tetapi juga merupakan kawasan suci yang memiliki makna spiritual mendalam bagi masyarakat Bali. Oleh karena itu, pengelola geopark diminta untuk menempatkan prinsip kesucian, kebersihan, dan kelestarian sebagai fondasi utama dalam setiap kebijakan dan aktivitas pengelolaan kawasan.

Menurut Koster, amanat menjaga kesucian Gunung dan Danau Batur telah jelas tertuang dalam Lontar Batur Kalawasan, yang sejak lama menjadi pedoman spiritual dan kultural masyarakat Bali. Amanat tersebut, kata dia, tidak boleh diabaikan atas nama pariwisata, ekonomi, maupun kepentingan jangka pendek lainnya.

Jagalah kesucian Gunung dan Danau Batur. Hutannya harus dijaga, lingkungannya harus bersih, dan seluruh ekosistemnya wajib dilestarikan oleh semua pihak tanpa kecuali, tegas Gubernur Koster di hadapan pengelola geopark.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan Batur UNESCO Global Geopark harus mampu menjadi contoh pengelolaan kawasan berbasis nilai lokal, kearifan budaya, dan keberlanjutan lingkungan. Status geopark dunia, menurutnya, justru menuntut standar tanggung jawab yang lebih tinggi, bukan sebaliknya.

Gubernur Koster mengingatkan agar pengelola geopark secara konsisten melakukan pengawasan terhadap aktivitas di kawasan Gunung dan Danau Batur, termasuk pengendalian sampah, penataan kunjungan wisata, serta perlindungan kawasan hutan dan sumber air. Semua itu harus dilakukan secara terintegrasi dengan pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat setempat.

Sementara itu, Ketua Pengelola Batur UNESCO Global Geopark, I Wayan Gobang Edi Sucipto, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Bali. Ia menyatakan bahwa pengelola geopark akan terus memperkuat upaya konservasi, edukasi lingkungan, serta pelibatan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian kawasan Batur.

Pertemuan tersebut menegaskan kembali posisi Pemerintah Provinsi Bali yang menempatkan pelestarian alam dan kesucian kawasan suci sebagai prinsip utama pembangunan, sejalan dengan visi Bali berlandaskan kearifan lokal dan keharmonisan antara manusia, alam, dan budaya. mas/ama/*

Back to top button