Pariwisata dan Hiburan

Rakerda PUTRI Bali 2025 Jadi Titik Balik Penguatan Industri Rekreasi Berbasis Ekologi

Badung, PancarPOS | Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali digelar di Nusa Dua, Badung, Selasa (2/12/2025), dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi pelaku industri taman rekreasi se-Bali. Ketua Umum DPD PUTRI Bali, I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, menegaskan bahwa Rakerda tahun ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan penegasan arah gerak organisasi dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis rekreasi yang lebih kuat, cerdas, dan berkelanjutan.

Gek Inda menuturkan bahwa PUTRI Bali telah menyiapkan pra-rakerda sejak Oktober 2025 sebagai wadah penjaringan aspirasi anggota. Proses ini dilakukan melalui pertemuan langsung di Dinas Pariwisata Bali, serta forum diskusi daring yang melibatkan pengelola taman rekreasi, destinasi wisata, hingga komunitas pendukung sektor rekreasi di berbagai kabupaten/kota. “Kami ingin memastikan semua suara, terutama dari pelaku di lapangan, tersampaikan dan menjadi dasar arah kebijakan organisasi,” kata Gek Inda sapaan akrabnya itu.

Sebagai bagian dari penguatan dialog lintas-sektor, PUTRI Bali menghadirkan forum Ngobrol Bareng bertema Smart Tourism, Strong Community, Greener Bali di Museum Pasifika, Nusa Dua, pada hari yang sama. Forum ini dihadiri para pemangku kebijakan, pelaku usaha, komunitas, dan penggiat lingkungan, untuk menyatukan pandangan mengenai pembangunan pariwisata Bali yang adaptif terhadap teknologi, tangguh secara sosial, serta berpijak pada prinsip keberlanjutan alam.

1th#ik-033.11/10/2025

Selama satu tahun terakhir, PUTRI Bali dinilai berhasil mendorong sejumlah program kolaboratif, termasuk kampanye standar layanan rekreasi berbasis teknologi, advokasi peningkatan keselamatan di destinasi wisata, serta promosi gerakan hijau melalui penyusunan pedoman prakarsa lingkungan bagi anggota. Selain itu, PUTRI Bali juga terlibat aktif dalam pendampingan destinasi yang terdampak penurunan kunjungan, sekaligus memperluas jaringan kemitraan dengan komunitas pelestarian alam.

Dalam Rakerda 2025, PUTRI Bali secara resmi menetapkan Ketua PUTRI Tabanan dan Ketua PUTRI Karangasem yang akan segera dikukuhkan di daerah masing-masing. Langkah ini disebut sebagai strategi memperkuat struktur organisasi hingga ke akar rumput. “Selama satu periode kami banyak bergerak di tingkat provinsi. Kini fase berikutnya adalah memastikan PUTRI hadir di kabupaten/kota sebagai kekuatan kolektif, bukan hanya simbol,” jelas Inda.

Ia menekankan bahwa tema Rakerda 2025 berangkat dari keprihatinan terhadap bencana banjir di sejumlah daerah di Bali. Menurut Inda, bencana itu menjadi alarm keras bahwa alam tidak boleh dieksploitasi tanpa batas. “Smart tourism berarti memanfaatkan teknologi, memperkuat safety, meningkatkan standar layanan, dan tetap menjaga alam sebagai sumber daya inti. Tanpa alam yang terjaga, industri rekreasi tidak punya masa depan,” ujarnya.

Gek Inda juga menyoroti peran komunitas sebagai kekuatan utama pariwisata Bali. Ia menegaskan bahwa karakter sosial masyarakat Bali adalah bagian dari daya tarik destinasi dan menjadi fondasi keberlanjutan industri rekreasi. “Banyak komunitas kita yang sudah bergerak luar biasa. Kalau alam dan budaya tetap terpelihara, wisatawan akan tetap datang. Prinsipnya sederhana, tetapi itulah dasar keberlanjutan,” katanya.

1th#ik-039.1/12/2025

Ia menambahkan bahwa sejumlah anggota PUTRI telah menjadi model praktik baik, mulai dari Desa Pemuteran yang mempelopori konservasi biota laut, hingga Jatiluwih yang dikenal dengan harmoni alam, budaya, dan pariwisata. “Gerakan hijau ini akan kami seragamkan, dirumuskan bersama, dan dijadikan pedoman bagi seluruh anggota PUTRI Bali,” imbuhnya.

Rakerda 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta. Dalam sambutannya, Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada PUTRI Bali yang dinilai konsisten memperjuangkan standar industri rekreasi yang lebih profesional dan berorientasi keberlanjutan. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung dunia usaha yang berfokus pada inovasi, keamanan wisatawan, dan pelestarian lingkungan. “Pariwisata Bali harus kokoh secara ekologi, budaya, dan ekonomi. PUTRI memiliki peran strategis untuk memastikan sektor rekreasi tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Rakerda diakhiri dengan penyampaian rekomendasi strategis organisasi dan penegasan agenda kerja 2026 yang berfokus pada digitalisasi industri rekreasi, program penguatan kapasitas anggota, serta gerakan kolaborasi hijau di seluruh daerah Bali. ama/ksm

Back to top button