Gubernur Koster Tancap Gas di Jakarta, Tuntut Dukungan Pusat untuk Pungutan Wisatawan Asing dan Normalisasi Sungai Bali

Jakarta, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster tidak tinggal diam melihat dua persoalan besar yang kini menghantam Pulau Dewata: pariwisata yang butuh tata kelola lebih tegas dan banjir besar yang menghajar sejumlah wilayah. Dalam kunjungan kerjanya di Jakarta, Koster langsung “tancap gas” menghadap dua menteri koordinator sekaligus untuk memastikan Bali tidak dibiarkan berjalan sendirian.
Pukul 10.00 WIB, Koster bertatap muka dengan Menko Hukum, HAM, dan Imigrasi. Di meja pertemuan itu, ia menegaskan pentingnya dukungan pusat untuk mengoptimalkan pungutan wisatawan asing melalui pintu imigrasi. Koster tidak ingin pungutan sekadar jadi formalitas, tetapi benar-benar dikelola tegas, transparan, dan memberikan manfaat nyata untuk pembangunan Bali.
Gayung bersambut, Menko langsung mengamini usulan tersebut. Bahkan, ia berjanji menggelar rapat koordinasi nasional guna mempercepat tindak lanjut. “Usulan Gubernur Bali ini harus segera dieksekusi, demi menata sektor pariwisata dan memperkuat penerimaan daerah,” tegas Menko.
Belum sempat jeda, pukul 12.00 WIB Koster sudah meluncur ke pertemuan berikutnya dengan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kali ini ia membawa isu yang lebih mendesak: banjir besar yang baru saja melanda Bali. Dengan lugas, Koster meminta bantuan anggaran pusat untuk normalisasi Tukad Badung, Tukad Unda, dan sejumlah sungai lain yang kini kritis pasca banjir.
Permintaan itu bukan basa-basi. Bali, kata Koster, butuh langkah serius agar jangan sampai bencana serupa terulang dengan kerugian yang lebih besar. Menko PMK menyatakan dukungan penuh, bahkan merancang program pencegahan jangka panjang agar risiko banjir besar bisa dikelola sejak dini.
Koster menegaskan, dua agenda ini bukan sekadar diplomasi biasa. “Saya datang untuk memastikan Bali tidak ditinggalkan. Pariwisata harus ditata dengan pungutan yang jelas, dan sungai-sungai yang jadi urat nadi kehidupan harus segera dipulihkan. Ini perjuangan untuk Bali yang lebih tangguh,” ujarnya lantang.
Dengan hasil pertemuan ini, Koster berhasil membuka pintu lebar bagi Bali: pungutan wisatawan asing siap diperkuat lewat imigrasi, dan normalisasi sungai bakal masuk radar program nasional. Pesan yang jelas: Bali tidak minta belas kasihan, tapi menuntut perhatian setara dengan kontribusinya bagi republik. mas/ama









