Kamis, April 30, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaPolemik Bibit Durian "Runtuh", Sugawa Korry Klarifikasi Tudingan Dewa Nida

Polemik Bibit Durian “Runtuh”, Sugawa Korry Klarifikasi Tudingan Dewa Nida

Denpasar, PancarPOS | Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry, memberikan klarifikasi menanggapi tudingan Tokoh Senior Golkar asal Klungkung, Dewa Widiasa Nida, terkait polemik pembagian bibit durian kepada kader Golkar.

Sugawa Korry menegaskan bahwa seluruh proses pembagian bibit durian telah melalui mekanisme yang jelas dan disepakati dalam rapat resmi di DPD Golkar Bali pada 25 April 2025. Ia menyampaikan bahwa seluruh peserta rapat, termasuk Ketua Golkar Jembrana, I Made Suardana, telah menyetujui kesimpulan rapat dan menandatangani daftar hadir.

1th#ik-030.1/8/2024

“Pembagian bibit durian ini bertujuan untuk membina para petani dan telah diberikan kepada para kader Golkar. Penyerahan bibit bahkan dihadiri langsung oleh Made Suardana, termasuk istrinya yang merupakan kader di Kecamatan Pekutatan, yang menerima 1.200 bibit,” ujar Sugawa Korry dalam klarifikasinya, Selasa (29/4/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa daftar kader penerima bibit telah dibacakan dalam rapat dan diakui oleh seluruh peserta. Para kader yang menerima bibit dan berhasil lolos sebagai anggota legislatif telah menyerahkan administrasi pertanggungjawaban kepada DPD Provinsi. Setelah diverifikasi, DPD Provinsi juga telah melakukan pembayaran tepat waktu.

“Permasalahan muncul dari kader-kader yang tidak lolos dan kemudian tidak menyerahkan pertanggungjawaban administrasi hingga batas waktu 31 Desember 2024. Karena batas waktu telah lewat, kami menolak melakukan pembayaran menggunakan anggaran 2025,” tegas Sugawa.

Ketua DPD Partai Golkar Bali, Dr Nyoman Sugawa Korry. (foto: ist/dok)

Sebagai bentuk tanggung jawab, Sugawa Korry menyatakan bahwa dirinya telah mengambil alih tanggung jawab penyelesaian masalah tersebut di tingkat provinsi. Ia menambahkan bahwa atas penyelesaian tersebut, I Gusti Kade Wiasa selaku pihak yang sebelumnya melayangkan somasi juga telah sepakat mencabut somasi, sebagaimana tertuang dalam kesimpulan rapat.

“Demikian klarifikasi saya, semoga dipertimbangkan untuk dimuat sebagai bentuk hak jawab,” tutup Sugawa Korry. Diketahui berita sebelumnya, tokoh Golkar senior asal Klungkung, Dewa Widiasa Nida, menanggapi isu dari video yang beredar terkait tudingan fitnah internal dalam Partai Golkar Provinsi Bali. Dalam video yang viral, disebutkan bahwa ada pihak-pihak yang mencoba mencari panggung dengan menggoreng kasus utang bibit durian yang belum dibayar selama satu tahun. Dewa Nida menegaskan bahwa tudingan fitnah tersebut tidak beralasan dan hanya memutarbalikkan fakta.

Tokoh Golkar senior asal Klungkung, Dewa Widiasa Nida. (foto: ist)

Kasus ini bermula setelah rapat koordinasi internal yang diadakan pada 25 April 2025, yang membahas masalah utang partai kepada pengusaha bibit durian di Kabupaten Jembrana, I Gusti Kade Wiyasa dari UD. Bhakti Pertiwi. Dalam rapat tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry, dituding memainkan politik “drama sinetron” dengan mengklaim bahwa dirinya menjadi korban fitnah internal terkait kasus tersebut.

Menurut Dewa Nida, jika tuduhan fitnah tersebut benar, mengapa sampai ada somasi yang dikeluarkan dua kali oleh pihak pengusaha? Somasi adalah langkah hukum yang diambil setelah pihak yang berutang berkali-kali melanggar perjanjian dan tidak ada niat untuk menyelesaikan utang tersebut. “Kalau utangnya tidak benar-benar ada, tidak mungkin ada somasi satu dan dua. Faktanya, utangnya tidak dibayar selama satu tahun, dan ini yang seharusnya menjadi perhatian utama, bukan malah menuding ada fitnah,” tegas Dewa Nida yang juga Wasekjen DPP Ormas MKGR itu, kepada awak media, Senin (28/4/2025). ama/ksm

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img