Ketua DPRD Badung Hadiri Peringatan Hari Pahlawan Ke-79

Pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, mengambil tema “Teladani Pahlawanmu Cintai Negerimu” yang dihadiri Ketua DPRD, I Gusti Anom Gumanti; Wakil Ketua II, Made Wijaya, Forkompinda Badung, veteran, kepala OPD, ASN, TNI/Polri, serta para pelajar. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan sembako kepada para veteran yang hadir mengikuti apel.
Ketua DPRD Anom Gumanti mengatakan sebagai generasi penerus bangsa adalah bangsa yang mampu menghormati tanda-tanda jasa para pahlawannya.
“Tahun 2024 dan di tahun-tahun berikutnya, mari kita isi kemerdekaan dengan semangat juang yang sangat tinggi dalam rangka menjaga stabilitas, baik di daerah kabupaten, provinsi dan nasional. Pemerintah baru bisa memberi sekadar bingkisan untuk para veteran dan ke depan tidak menutup kemungkinan bisa ditingkatkan lagi, mengingat jasa para pahlawan tidak bisa kita ukur dengan nilai sebesar itu, dan perlu penghargaan yang lebih baik ke depannya,” jelasnya.
Sementara amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf yang dibacakan Dandim 1619 Badung, Letkol Infantri I Putu Tangkas Wiratawan menekankan patut bersyukur karena di bumi nusantara banyak dilahirkan sosok pahlawan, mujahid pemberani dengan segala pengorbanan berhasil membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Para pahlawan ini, adalah patriot bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai Indonesia Merdeka yang diwariskan kepada kita untuk diteruskan mencapai cita-cita Indonesia yang adil dan Makmur,” jelasnya.
Mensos menambahkan dengan tema Hari Pahlawan “Teladani Pahlawanmu Cintai Negerimu”, teladani pahlawanmu mengandung arti agar semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan, serta cintai negerimu mengandung arti apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia.
“Proses perjuangan bangsa dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan yang sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia, pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya. Dulu implementasi kepahlawanan dengan semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonial penjajah dan saat ini implementasinya bagaimana kita bisa mampu meruntuhkan kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia,” imbuhnya. mas/ama/*









