Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selaku Anggota MPR RI kembali mengajak generasi muda, khususnya yang tergabung di STT (Sekehe Teruna dan Teruni) maupun Karang Taruna di setiap desa di Bali untuk mengingatkan kembali 4 Pilar Kebangsaan yang kali ini dipusatkan di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Tabanan pada Sabtu malam, 10 Agustus 2024. Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan itu, diikuti oleh para pemuda pemudi Yayasan Nuruludah Tabanan, beserta anggota dan pengurus STT dari 4 banjar, yakni Banjar Dukuh, Banjar Pengabetan, Banjar Tegal Belodan dan Banjar Tegal Baleran.

Sosialisasi yang terus digalakan Made Urip ini, dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali terpilih di Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari, bersama Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Gusti Komang Wastana serta tokoh masyarakat Ajik Rainbow juga hadir dengan kembali mendatangkan dua narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, I Nyoman Kartika, dan I Wayan Gunadi. Sebagai tuan rumah, I Gusti Komang Wastana yang kembali dilantik menjadi Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, pada Senin, 5 Agustus 2024 lalu, mengaku kali ini mendampingi Made Urip untuk mengajak generasi muda mengikuti dengan serius sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. “Kita diajak Pak Urip bagaimana bisa hidup berbangsa dan bernegara yang baik. Kita hidup di desa biar dapat hidup lebih baik juga nantinya,” katanya seraya mengakui generasi muda sangat perlu diberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. “Meskipun sudah diberikan di sekolah, namun juga perlu diberikan pemahaman 4 Pilar oleh Pak Made Urip. Tidak hanya itu, perhatian Pak Urip sangat besar dan rajin berkunjung serta mau selalu datang,” imbuhnya.
Hal itu juga diakui oleh para generasi muda, karena sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini sangat bermamfaat bagi kaum milenial, sehingga sangat perlu terus disosialisasikan. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Made Urip, sehingga sangat mengharapkan sosialisasi seperti ini bisa terus menyasar seluruh masyarakat tidak hanya generasi muda, tapi juga masyarakat luas. Mereka juga mengakui sosialiasi 4 Pilar Kebangsaan yang mengundang langsung Made Urip yang biasa dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Trator dan akrab disapa M-U itu, juga sangat bermamfaat untuk mengajarkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan guna memajukan kiprah STT ke depan.

Saat itu, Made Urip menegaskan generasi muda sebagai fokus sasaran utama sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, selain komponen masyarakat lainnya, seperti di banjar disebut STT dan di desa namanya Karang Taruna. “Jadi jika generasi muda salah bergaul bisa terjebak hal negatif dan terpengaruh faktor lingkungan, misalnya terlibat radikalisme dan narkoba. Kita harapan generasi muda di 4 banjar ini tidak terlibat hal itu. Karena itu, sebagai tongkat estafet kepemimpinan generasi muda harus diisi 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” tandasnya.
Ketua DPP PDI Perjuangan yang membidangi Koperasi dan UMKM itu, juga menegaskan, saat ini negara terus fokus untuk pembangunan infrastruktur yang digalakan oleh Pemerintah, khususnya di Indonesia bagian timur, termasuk mengejar pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN. Hal itu untuk meredam gejolak supaya terjadi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, sehingga bisa mempersatukan negara. Apalagi sebelumnya patok negara sering digeser dan dicuri ataupun diakui oleh negara lain, sehingga perlu pembangunan infrastruktur baik darat, laut maupun udara, agar tidak ada lagi tuntutan Aceh Merdeka atau Papua Merdeka. “Karena itu semua daerah harus dilakukan pembangunan secara adil dan merata, sehingga tidak ada tuntutan daerah yang ingin memisahkan diri. Inilah penjabaran dari implementasi nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan yang harus kita amalkan,” paparnya.

Selaku Anggota MPR memang berkewajiban mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan bersama Anggota DPR dan DPD lainnya. Karena kalau dulu tugasnya MPR memilih Presiden dan Wakil Presiden, namun tugas utamanya saat ini untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada seluruh lapisan dan komponen masyarakat. “Saya kebetulan sebagai petugas partai melakukan sosialisasi ini dari Sabang sampai Merauke, bahkan hingga keluar negeri, misalnya di Malaysia hampir 2 juta WNI (Warga Negara Indonesia, red) di sana, termasuk di Singapura dan Australia yang perlu mendapatkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Mereka juga harus paham akar 4 Pilar ini, meskipun berada di luar negeri. Karena itulah saya juga bertatap muka dengan masyarakat, agar betul-betul memahami 4 Pilar Kebangsaan yang sangat penting dan urgent sekali,” tegasnya.
Selain memberikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota DPR RI selama 5 periode yang terpilih dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, juga sempat menyerahkan sejumlah dana tali kasih yang diterima para perwakilan banjar dan STT dari 4 banjar tersebut. ama/ksm






