Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selaku Anggota MPR RI kembali turun menggaungkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab dikenal M-U itu, mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan tersebut, di Banjar Dinas Jelijih Kelod, Desa Jelijih Punggang, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Selasa (18/4/2023). Kunjungan kerja Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, langsung disambut oleh Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Nyoman Omardani, A.Ma., bersama Bendesa Adat, Perbekel, Ketua LPM, Ketua Ranting PDI Perjuangan, kelian subak, tokoh masyarakat, beserta ratusan warga maupun sekehe teruna dan Ibu-ibu PKK se-Desa Jelijih Punggang.

Sosialsiasi 4 Pilar Kebangsaan yang kembali menghadirkan narsumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, I Gede Suamba, bersama I Wayan Gunadi dan Nyoman Kartika itu, sangat dinantikan oleh warga Desa Jelijih Punggang. Mereka menyatakan kompak mendukung kembali Made Urip, agar tampil kembali maju ke DPR RI. Seperti dikatakan Perbekel Desa Jelijih Punggang, I Ketut Mudiartawan meminta kembali Made Urip bisa kembali dicalonkan ke Senayan. Apalagi Made Urip sangat rajin turun memberikan berbagai bantuan terutama di sektor pertanian sehingga terpilih selama 5 periode menjadi Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan rangking ke-7 nasional. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang datang langsung memberikan pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Mudah-mudah Pak Made Urip bisa maju ke DPR RI, sehingga desa kami tetap mendapatkan berbagai bantuan dan perhatian langsung oleh Pak Made Urip bersama Ajik Omardani. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada beliau,” ungkapnya. Hal senada disampaikan oleh Gusti Omardani yang getol meminta Made Urip selaku pimpinan partai sesuai dengan aspirasi masyarakat, agar kembali ditugaskan maju ke DPR RI. Apalagi selama ini Made Urip sudah terbukti sangat merakyat, dan sangat rajin memberi berbagai bantuan dan aspirasi yang diinginkan masyarakat. Bahkan, saat ini Made Urip secara khusus memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, agar bisa diterapkan dan diamalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, juga disadari kebanyakan masyarakat, terutama generasi muda pemahaman 4 Pilar Kebangsaan semakin memudar, sehingga harus kembali diingatkan.

Karena itulah, pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini dirasakan sangat penting, karena banyak nilai sejarah yang dikaburkan terutama terkait perjuangan Bung Karno, seperti konsep nilai-nilai Pancasila sebagai landasan atau dasar negara ketika merdeka. Hal ini perlu disampaikan kepada generasi muda, agar tidak ada kembali pengaburan sejarah bangsa, termasuk konsep persatuan yang berkembang di masyarakat mulai luntur dan terpecah belah. “Karena itulah, sosialisasi yang diberikan Pak Made Urip di desa ini sangat penting diperhatikan, agar nantinya bisa diterapkan di tengah masyarakat,” tegasnya. Pada kesempatan itu, Made Urip memaparkan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, sebagai tugas MPR RI ke seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di dalam nergeri maupun luar negeri.
Dikatakan 4 Pilar Kebangsaan ini sebagai komitmen bangsa yang dicetuskan oleh Ketua MPR RI, alm. Taufik Kiemas, karena merasa adanya ancaman terhadap ideologi negara, sehingga dilakukan sososialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar negera, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal sebagai semboyan negara. Namun dikatakan yang penting bagaimana mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari? Seperti Pancasila yang sudah menjadi harga mati sehingga tinggal diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Misalnya konsep gotong-royong yang sudah ada di masyarakat, hanya tinggal terus ditingkatkan. Jadi jangan hanya diomongkan saja, apalagi sebagai elit partai dan tokoh masyarakat agar betul-betul nilai-nilai kebangsaan ini bisa diterapkan di tengah masyarakat,” tandas M-U.

Pertemuan yang juga memajang berbagai produk lokal berupa kerajinan tangan dan olahan makanan ringan dari Ibu-ibu PkK Desa Jelijih Punggang ini, juga menjawab kerinduan politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu, bertatap muka dengan masyarakat yang selalu mendukung dan memilih PDI Perjuangan. Untuk itu, M-U mengaku sangat bangga, karena masyarakat tetap solid dan bersatu, sehingga siap membantu aspirasi yang ingin diperjuangkan. “Silahkan kalau ada bantuan di sektor pertanian yang diinginkan, silahkan diajukan. Apalagi potensi pertanian di desa ini harus terus diangkat agar bisa maju dan berkembang untuk kepentingan masyarakat ke depan,” pungkas M-U. ama/ksm






