Denpasar, PancarPOS | Komitmen menjaga kebersihan pesisir dan kelestarian lingkungan kembali ditegaskan melalui aksi nyata di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Rabu (1/4/2026). Kegiatan bersih-bersih pantai yang digelar oleh TNI Angkatan Laut ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Denpasar, sekaligus menjadi simbol kuat sinergi antara aparat negara dan pemerintah daerah dalam merawat wajah pariwisata Bali.
Aksi bersih pantai ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan Teknis (Lattek) Pelayaran Gabungan Siswa Kodiklatal Wira Jala Yudha XXVI Tahun 2026. Ribuan peserta yang terdiri dari siswa Kodiklatal dan personel Satuan Tugas (Satgas) turun langsung menyisir garis pantai sejak pagi hari. Dengan penuh semangat, mereka memungut berbagai jenis sampah yang mencemari kawasan pesisir, mulai dari plastik hingga limbah non-organik lainnya.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan unsur TNI, tetapi juga mendapat partisipasi aktif dari jajaran Pemerintah Kota Denpasar serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini memperlihatkan bahwa isu kebersihan lingkungan bukan lagi tanggung jawab satu pihak, melainkan menjadi gerakan kolektif yang harus terus diperkuat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bali, I Wayan Serinah, yang mewakili Gubernur Bali. Hadir pula Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama jajaran Pemkot Denpasar. Dari unsur TNI AL, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara Laksma TNI Avianto Rooswirawan, serta dihadiri Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Bali (Danlanal Bali) Kolonel Laut (P) Cokorda Gede Parta Pemayun.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif TNI AL yang telah menggagas aksi bersih pantai ini. Menurutnya, langkah ini tidak hanya berdampak pada kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi penting kepada masyarakat tentang urgensi menjaga ekosistem pesisir.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI AL yang telah menggelar aksi kebersihan di Pantai Sanur. Ini adalah bentuk nyata sinergi yang sangat positif dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pariwisata Denpasar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa Pantai Sanur merupakan salah satu ikon pariwisata Kota Denpasar yang harus dijaga kebersihannya secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, tantangan terhadap kebersihan lingkungan juga semakin besar, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasinya.
Sementara itu, Laksma TNI Avianto Rooswirawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari pembinaan karakter siswa dalam rangkaian Lattek Pelayaran. Ia menekankan bahwa seorang prajurit TNI AL tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis di bidang pelayaran, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
Menurutnya, aksi bersih pantai ini menjadi bentuk konkret pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai kepedulian terhadap kelestarian laut. Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah, khususnya plastik, telah menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut.
“Sebagai prajurit Jalasena, kita memiliki tanggung jawab menjaga laut dan pesisir. Sampah menjadi ancaman nyata bagi ekosistem. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari,” tegasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlanjutan pariwisata Bali sangat bergantung pada kualitas lingkungan yang terjaga. Pantai yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi indikator kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam.
Sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut dan diperkuat melalui berbagai program serupa di masa mendatang. Dengan demikian, upaya menjaga pesisir tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang tertanam dalam budaya masyarakat. mas/ama/*






