Politik dan Sosial Budaya

Relawan Sudirta ‘’Door to Door” Titip Bingkisan Nyepi di Jembrana


Jembrana, PancarPOS | Relawan Anggota DPR RI, Wayan Sudirta, SH., MH., ‘’door to door’’ di Desa Berambang, Kabupaten Jembrana, Senin (28/2/2022), mengantarkan bingkisan untuk penyandang disabilitas, menjelang pelaksanaan hari suci ‘’Nyepi’’ tahun 1944 Isaka. Para Relawan, mengantarkan langsung beras dan sejumlah uang taliasih untuk para penyandang, ada penyandang tuna netra, tuna wicara, lansia yang kena serangan struk menahun dan lumpuh, sehingga hanya berbaring dan seluruh aktivitas biologisnya dilakukan di tempat tidur. Para Relawan didampingi Kepala Dusun Munduk Kendung dan Kepala Dusun Munduk Tumpeng, Kecamatan Negara, Desa Berangang, Jembrana.

1bl#ik-27/2/2022

‘’Kami mengantarkan bingkisan Anggota DPR Pak Wayan Sudirta, sebagai sumbangan kecil untuk semeton penyandang disabilitas, yang didatangi langsung di rumah-rumah, karena kondisi mereka memang tidak mungkin selain harus didatangi ke kediamannya,’’ ujar Made Rai Wirata, SH, salah seorang Relawan Wayan Sudirta, saat menjenguk Ni Wayan Sublu di Banjar Munduk Kendung, diantar langsung Kepala Dusun, Komang Suarmawan. Program ini diagendakan menengok penyandang disabilitas di Bali, dengan target 500 sampai 1000 orang per tahun. Dengan berbagi tugas, Sudirta turun langsung dan sebagian lainnya dibantu oleh Relawan. Antara lain sudah turun di desa-desa di Kabupaten Karangasem, Klungkung, Bangli, Badung, Jembrana.

1bl#ik-26/2/2022

Dadong Nyoman Sublu, seorang nenek berusia 90 tahun lebih di Banjar Munduk Tumpeng Kelod, mengidap lumpuh, tremor berat di kedua tangan, pandangan mata kabur, dan hanya bisa duduk di kursi selain rebahan di tempat tidur. Relawan dan termasuk Kepala Dusun Munduk Kendung Kelod, terhenyak di rumah Wayan Madia, 42, yang hanya bisa berbaring di tempat tidurnya, karena mengidap diabetes melitus dan kehilangan berat badan sangat banyak.
‘’Saya terkejut, karena kondisinya merosot sangat cepat dalam beberapa bulan saja,’’ kata Kepala Dusun Munduk Kendung Kelod Pak Mawan, saat mengunjungi Wayan Madia bersama Relawan Sudirta. Istrinya berlinang air mata menerima titipan Wayan Sudirta dan terlihat sangat sedih karena kondisi suaminya. Seorang putrinya yang sudah remaja, dititip pada pamannya dan disekolahkan di SMK (Sekolah Menengan Kejuruan) di daerah Kuta, Badung.

1bl#ik-25/2/2022

Di rumah Wayan Wadia, 70, mantan Kelihan Dusun Munduk Tumpeng Kelod, Relawan menyaksikan ayah lanjut usia ini hanya terbaring lemah, tubuhnya sangat kurus dan 95% hanya bisa berbaring, sama sekali tidak mampu untuk duduk, apalagi berdiri. ’Beliau sudah lima tahun lebih seperti ini,’’ kata Kepala Dusun Munduk Tumpeng Kelod yang sekarang menjabat. Kondisi para penyandang disabilitas, beberapa diantaranya membutuhkan kursi roda, untuk mereka yang masih mampu bergerak. Beberapa orang umumnya masih beraktivitas ringan, seperti membuat ‘’porosan’’ dan sarana ‘’bebantenan’’ lainnya, yang dijual ke ‘’pengepul’’ yang menjemput langsung ke kediaman mereka.

1bl#ik-22/2/2022

‘’Saya jual Rp 2000 per bungkus,’’ kata Dadong Nengah Dendi, sekira usia 90-an, bercerita ke Relawan Sudirta. ‘’Kami sangat terbatas kemampuan memperhatikan penyandang disabilitas. Karena berbagi waktu untuk konstituen lain, untuk tugas-tugas di Komisi III, untuk partai, dan tugas lain berkaitan dengan aspirasi yang sangat banyak masuk ke DPR. Seperti mendorong dan mendukung pemberantasan Mafia Pertanahan, masalah RUKUHP, dan menyerap aspirasi yang berkaitan dengan UU Cipta Kerja setelah Putusam MK, dan lain sebagainya,’’ kata Sudirta. ora/ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button