Buleleng, PancarPOS | Komitmen menjaga napas kebudayaan Bali kembali ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster dengan langkah konkret. Di tengah gemuruh perayaan Hari Ulang Tahun ke-422 Kota Singaraja, Koster memberikan apresiasi langsung kepada dua sanggar seni di Kabupaten Buleleng yang dinilai konsisten menjaga warisan budaya Bali lintas generasi.
Dua sanggar tersebut yakni Sanggar Seni Tari dan Tabuh Pentas Marak Lestari, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, serta Sanggar Seni Dharma Shanti, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan. Keduanya dianggap berhasil mencetak dan membina seniman, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dalam menjaga eksistensi seni tari dan tabuh Bali.
Apresiasi itu tidak sekadar simbolik. Koster secara pribadi menggelontorkan hadiah masing-masing Rp 50 juta kepada kedua sanggar tersebut. Penyerahan dilakukan pada malam puncak HUT ke-422 Kota Singaraja yang digelar di Taman Bung Karno, Senin malam (30/3).
Momentum ini menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya bergantung pada wacana, tetapi harus didukung dengan intervensi nyata, termasuk dukungan finansial bagi pelaku seni di akar rumput.
“Inilah regenerasi seniman budaya Bali, kita lihat anak-anak menari sangat luar biasa, kita bangga sekali melihatnya, jadi ini harus diapresiasi,” tegas Koster di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Ia juga mengingatkan kembali pesan ideologis Bung Karno bahwa kebudayaan merupakan jiwa bangsa. Sebuah jiwa yang tidak boleh dibiarkan redup, apalagi mati di tengah arus modernisasi.
Langkah Koster ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Bali tidak semata bertumpu pada sektor ekonomi dan pariwisata, tetapi juga pada penguatan identitas budaya sebagai fondasi utama.
Dengan dukungan nyata seperti ini, sanggar-sanggar seni di Bali diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai pusat regenerasi seniman yang menjaga ruh Pulau Dewata tetap hidup dari generasi ke generasi. mas/ama/*


