Rabu, April 29, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalNetizen: Warga Hindu Toleransi atau Tololransi? Viral Non-Hindu Tidak Hormati Nyepi di...

Netizen: Warga Hindu Toleransi atau Tololransi? Viral Non-Hindu Tidak Hormati Nyepi di Loloan Jembrana

Jembrana, PancarPOS | Perayaan Hari Raya Nyepi di Kabupaten Jembrana, Bali, kembali memicu perdebatan setelah beredarnya video yang menunjukkan aktivitas warga non-Hindu di Loloan Timur dan Loloan Barat. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah individu bersepeda, mengendarai motor, dan melakukan transaksi jual beli saat seharusnya seluruh aktivitas dihentikan untuk menghormati perayaan Nyepi.

Hal ini memicu perdebatan di kalangan netizen. Banyak yang mempertanyakan apakah toleransi yang selama ini dijunjung oleh masyarakat Hindu Bali sudah disalahartikan. Beberapa warganet bahkan menyebut kejadian ini sebagai bentuk “tololransi,” yakni toleransi yang berlebihan hingga mengabaikan penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah Nyepi.

Tokoh Bali seperti Arya Wedakarna dan Ni Luh Jelantik turut menyoroti kejadian ini. Mereka mempertanyakan langkah Pemerintah Kabupaten Jembrana, khususnya Bupati I Made Kembang Hartawan, dalam menjaga ketertiban selama Nyepi dan menegakkan aturan yang seharusnya berlaku bagi seluruh warga tanpa kecuali.

Menanggapi polemik tersebut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jembrana menggelar rapat mendadak di Rumah Jabatan Bupati Jembrana pada Minggu (30/3/2025). Ketua FKUB Jembrana, I Wayan Windra, menyampaikan keprihatinannya atas viralnya video tersebut dan menegaskan bahwa toleransi tidak boleh disalahartikan hingga merugikan pihak tertentu.

“Kami menyesalkan beredarnya video yang dapat memicu polemik. Kami sudah membuat seruan bersama untuk menjaga toleransi selama perayaan Nyepi dan Lebaran, namun di lapangan masih ada ketidaksempurnaan. Ke depan, kami akan memperbaiki dan merinci seruan tersebut agar lebih efektif,” ujar Windra.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, juga menyayangkan penyebaran video yang memperlihatkan aktivitas yang bertentangan dengan semangat toleransi yang seimbang. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan lebih aktif dalam melakukan sosialisasi dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah akan berupaya lebih maksimal dalam memastikan perayaan Nyepi dihormati oleh seluruh warga, terlepas dari latar belakang agama mereka.

Peristiwa ini kembali menjadi cerminan tantangan dalam menyeimbangkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap tradisi lokal. Masyarakat diharapkan tidak hanya memahami arti toleransi secara sepihak, tetapi juga menumbuhkan rasa saling menghormati tanpa mengorbankan hak beribadah umat lainnya. tim/ama

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img