Selain Pakaian, Bank BPD Bali Beri Ide Kreasi Baru Tas Belanja Berbahan Tenun Endek Bali

Denpasar, PancarPOS | Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali tak hanya mendukung penuh kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster yang menghimbau penggunakan pakaian berbahan kain tenun endek Bali, namun juga langsung tancap gas mencari terobosan dan ide baru untuk menggerakan ekonomi masyarakat Bali. Salah satu dengan berinovasi sekaligus mendorong para pengrajin endek di Bali untuk membuat desain tas belanja berbahan kain endek, selain pakaian berbahan endek Bali yang wajib dipakai setiap Selasa yang dimulai pada Selasa, 23 Februari 2021. “Ini kan bisa jadi produk baru bagi pengrajin, maupun para penjahit dan desainer endek, sehingga ekonomi Bali kembali hidup,” ungkap Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH., ditemui, Selasa (23/2/2021).

Pihaknya mengaku BPD Bali sudah sejak lama mewajibkan seluruh staf dan karyawan memakai seragam berbahan kain tenun endek Bali sejak tahun 1990-an. “Awalnya memakai endek setiap Jumat, kemudian menjadi setiap hari Rabu. Setelah ada SE (surat edaran, red) Gubernur Bali nomor 4 tahun 2021, sekarang menjadi setiap hari Selasa memakai baju endek,” katanya seraya menyebutkan ada sekitar 1.350 pegawai tetap, belum termasuk pengurus dan pegawai outsoursing yang kini memesan dan wajib memakai kain tenun endek Bali. “Coba bayangkan berapa kain endek itu yang dibeli dan dipakai. Belum lagi kain untuk kambennya dan gak mungkin hanya beli satu kain endek. Jadi para pengrajin, termasuk penjahit dan penjual kain endek Bali akan sangat diuntungkan. Ini pasti bisa memutar ekonomi masyarakat Bali,” tandasnya.
Direksi bank asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung itu, mengaku terkait penggunaan pakaian berbahan kain tenun endek Bali ini, pihaknya sangat mendukung penuh kebijakan gubernur. Bahkan, sudah lama membina para UMKM yang bergerak sebagai pengrajin tenun endek Bali di seluruh Bali. “Pokoknya BPD Bali paling mendukung. UMKM Seluruh Bali sudah kita bina, seperti Bangli, Klungkung, Negara, Buleleng. Cuma di Badung masih akan kita kejar sekaligus mencari ciri khas endek Badung seperti apa?,” papar Sudharma, seraya langsung mengajak salah satu pengrajin dan desain endek binaan BPD Bali, Anak Agung Indra Dwipayani membuat tas belanja berbahan endek, agar bisa tampil lebih mewah. Apalagi bahannya bisa dari sisa-sisa endek agar tidak dibuang. “Ini bisa hidupkan usaha baru tidak saja menenun, tapi kreasi lain, seperti tas belanja, sekaligus menjawab Pergub Bali tentang timbulan sampah plastik dengan memanfaatkan kain endek ini. Jadi endek tidak hanya baju saja, tapi kita juga langsung pesan sebagai tas belanja agar bisa tampil lebih elit,” jelasnya.

Di sisi lain, Gung In yang juga pemilik Tenun Agung Bali dengan brand Agung Bali Collection ini, menyebut tas belanja berbahan endek sebagai ide brilian. Karena itu, ia menyambut baik ide BPD Bali agar bisa jadi kreasi baru bagi pengajin dengan membuat tas belanja atau pun dipakai souvenir untuk masyarakat. “Bisa gunakan sisa kain endek yang biasanya terbuang percuma, kini bisa menjadi nilai tambah. Ini bisa menghidupkan UMKM di Bali menjadi barang baru yang bisa dipasarkan, selain kantong plastik. Tukang jahit, juga bisa dikerjasamakan dan menjadi cluster baru agen BPD Bali,” sebutnya dan mengaku kebetulan senang mendapat ide baru berkaitan kain tenun endek. Apalagi selama ini kain endek pasarnya jatuh saat pandemi. Jadi sisa tenun terbuang bisa digunakan kembali, karena desainnya terganung yang dibuat. “Seperti ini support Bank BPD Bali sangat luar biasa sampai mencari contoh tas belanja jauh-jauh. Kita sangat berterimakasih kepada Pak Dirut telah mensupport UMKM. Jadi sudah saatnya UMKM bersinergi dan bergotong royong saling support di masa pandemi ini,” tandasnya.
Selain itu, ide Gubernur Bali, Wayan Koster untuk mengangkat kain tenun endek Bali melalui SE yang mewajibkan penggunaan pakaian berbahan tenun endek Bali sudah terbukti mampu meningkatkan geliat pasar kain endek di Bali. “Sejak SE dikeluarkan sangat besar imbasnya, karena beberapa istansi langsung memesan pakaian endek hingga pesanan meningkat hingga 70 persen. Jadi SE ini telah mengangkat pengrajin tenun endek harus kreatif dan tidak pakain saja, bisa untuk tas termasuk sepatu juga berbahan kain tenun endek Bali. ama/ksm









