Ibu Putri Koster Tegaskan Peran Strategis Perempuan Masa Depan Bali

Badung, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong penguatan peran perempuan sebagai pilar penting pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan Ibu Ni Putu Putri Suastini Koster saat menjadi pembicara kunci dalam ajang Voice of Influence yang digelar di Discovery Kartika Plaza Hotel, Sabtu 4 April 2026.
Dalam forum yang mempertemukan sejumlah perempuan inspiratif tersebut, Putri Koster menegaskan bahwa perempuan Bali tidak hanya memiliki peran domestik, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan budaya, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat Bali.
Ia mengapresiasi kegiatan Voice of Influence sebagai ruang strategis bagi perempuan, khususnya di Bali, untuk berani menyampaikan gagasan, membangun pengaruh, serta memperkuat kapasitas diri di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
Menurutnya, perempuan Bali memiliki karakter khas yang menjadi kekuatan utama, yakni ketekunan dan etos kerja tinggi. Dalam keseharian, perempuan Bali mampu menjalankan peran ganda secara seimbang, baik di ranah rumah tangga maupun di dunia profesional.
“Perempuan Bali dikenal jemet atau tekun. Mereka bekerja dengan penuh dedikasi dan mampu berbagi peran bersama laki laki dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberlangsungan budaya dan tradisi Bali sangat bergantung pada peran perempuan. Di balik setiap upacara adat dan kegiatan keagamaan, perempuan Bali menjadi motor penggerak yang memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.
Tanpa keterlibatan perempuan, menurutnya, banyak aspek budaya Bali tidak akan dapat berjalan secara optimal. Hal ini menjadikan perempuan sebagai penjaga utama identitas dan nilai nilai luhur Bali.
Meski demikian, Putri Koster mengingatkan bahwa kemajuan perempuan di ranah publik tidak boleh mengabaikan peran fundamental dalam keluarga. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara karier dan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.
“Perempuan boleh sukses di ranah publik, tetapi tetap harus menjaga peran di dalam keluarga. Keduanya harus berjalan seimbang,” tegasnya.
Sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali, ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan sebagai benteng keluarga. Dalam posisi ini, perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi masa depan melalui pendidikan dan pengasuhan di lingkungan keluarga.
Kegiatan Voice of Influence dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas perempuan Bali agar lebih percaya diri dalam menyampaikan pandangan serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah tokoh perempuan inspiratif, di antaranya Rachel Wang, Maudy Koesnaedi, Ria Templer, serta Putu Fitri Ertaningsih, yang berbagi pengalaman dan perspektif dalam sesi dialog interaktif.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Bali berharap lahir lebih banyak perempuan yang tidak hanya kuat secara personal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Di tengah perubahan global yang semakin kompleks, keberanian perempuan untuk bersuara dan berperan aktif menjadi kunci penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan keberlanjutan pembangunan Bali. mas/ama/*









