Denpasar, PancarPOS | Setelah penantian panjang hampir 15 tahun, Banjar Tengah, Desa Adat Serangan akhirnya meresmikan balai banjar baru yang megah di Jalan Tukad Penataran No. 27, Denpasar Selatan. Peresmian ini ditandai dengan upacara ngenteg linggih, padudusan alit, melaspas, mupuk pedagingan, hingga caru manca rupa yang berlangsung khidmat dan melibatkan ribuan krama banjar.
Upacara dipuput langsung oleh dua sulinggih, Ida Pedanda Gede Arimbawa dari Griya Tegal Sari dan Ida Pedanda Budha Jelantik dari Griya Celuk, bersama pemangku kahyangan tiga dan bendesa adat. Prosesi suci ini diyakini menjadi tonggak sejarah baru bagi warga Banjar Tengah yang kini memiliki balai banjar representatif, lengkap dengan balai kulkul, wantilan, candi bentar, pura penyarikan, dan pelinggih.
Ketua Panitia Karya, Nyoman Kemu Antara, menegaskan pembangunan balai banjar baru ini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan simbol persatuan warga. “Kami berharap karya ini memberi kerahayuan sekaligus memperkuat peran masyarakat Banjar Tengah dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya.

Pembangunan fisik balai banjar yang berdiri di atas lahan 13 are hasil tukar guling pasar desa menelan biaya Rp1,5 miliar. Sementara rangkaian upacara dengan tingkatan utama menghabiskan Rp2,5 miliar, seluruhnya bersumber dari punia warga, dukungan pemerintah, hingga kontribusi BUMN.
Kelian Adat Banjar Tengah, I Wayan Sudibya Udiyana, menuturkan momen ini begitu istimewa mengingat sebelumnya banjar hanya memiliki balai sederhana di gang sempit yang tak lagi mampu menampung 200 KK warga. “Balai banjar ini sudah kami nantikan lama. Kini kami punya tempat layak untuk berkumpul dan ngayah,” katanya.
Karya pemlaspasan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Tengah. “Inilah spirit Vasudhaiva Kutumbakam – gotong royong yang membingkai jati diri Kota Denpasar berbasis kebudayaan,” tegasnya.
Sejumlah tokoh hadir memberi dukungan, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, anggota DPRD Provinsi Bali Ni Wayan Sari Galung dan AA Istri Paramita Dewi, serta anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Suadi Putra, Luh Putu Mamas Lestari, dan A.A. Gede Putra Ariewangsa.

Dengan rampungnya pembangunan dan pelaksanaan upacara agung ini, Banjar Tengah, Desa Adat Serangan, kini memiliki pusat kegiatan baru yang bukan hanya simbol kebanggaan, tetapi juga bukti nyata kekuatan gotong royong krama desa. ita/ama/kel






