Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaSerahkan Bantuan Rp1,252 Miliar, Made Urip Buka Bimtek Hilirisasi Produk Kopi di...

Serahkan Bantuan Rp1,252 Miliar, Made Urip Buka Bimtek Hilirisasi Produk Kopi di Kintamani

Bangli, PancarPOS | Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali melanjutkan Turba atau turun ke bawah untuk menggelar agenda kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek). Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka Bimtek dengan tema “Hilirisasi Produk Kopi untuk Meningkatkan Nilai Tambah” di Pramana Zahill, Kintamani, Bangli, Senin (25/7/2022). Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, juga menyerahkan secara simbolis bantuan senilai total Rp1,252 miliar berupa program Intensifikasi kopi seluas 100 ha senilai Rp332 juta dan bantuan peremajaan kopi seluas 100 ha senilai Rp920 juta. Bantuan dibagikan bersama Direktur Jenderal Perkebunan yang diwakili oleh Koordinator Tanaman Penyegar, Gento Widayanto, S.Sos., MM., beserta Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali diwakili Kabid Perkebunan, Dewa Ayu Budiasih dan Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, Ir. I Made Alit Parwata, M.Si.

1th#ik-19/7/2022

Bimtek menghadirkan narasumber dari Praktisi Kopi, I Komang Sukarsana yang diikuti sekitar 75 orang peserta dari para kelompok tani penerimaan manfaat. Salah satunya, penerima bantuan yang juga Ketua Gapoktan Dharma Kriya, I Komang Suweda mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah datang jauh-jauh membawa bantuan ke Kintamani. Mereka berharap ke depan bisa terus dibantu program intensifikasi dan peremajaan kopi untuk petani di Kintamani. “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip,” sebutnya. Ketua Panitia Bimtek, Mangatar David, SP., MP., menyampaikan tujuan Bimtek ini sebenarnya untuk menyatukan persepsi dan meningkatkan produktifitas pasca panen, khususnya tananam penyegar seperti kopi. Selain itu, juga untuk memperbaiki hasil panen dan pasca panen guna meningkatkan pendapatan petani. “Kali ini juga mendapat arahan langsung dari Bapak Made Urip yang juga menjadi narasumber Bimtek ini,” imbuhnya.

Mewakili Bupati Bangli, Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, Made Alit Parwata mengakui Made Urip selalu memfasilitasi bantuan dan aspirasi petani tidak saja kopi, tapi produk yang lain. Dikatakan Made Urip sangat memperhatikan petani sebagai anggota dewan satu-satunya di Bali untuk kegiatan pertanian termasuk di pengolahan, sehingga dikenal sebagai Bapak Sejuta Traktor. Untuk itulah, mewakili Pemkab Bangli sangat berterima kasih kepada Made Urip, karena telah membantu sektor pertanian yang telah diperjuangkan selama ini. Jika tidak ada Made Urip, maka tidak mungkin akan ada anggaran yang bisa masuk ke Kabupaten Bangli, khususnya yang bergerak di sektor pertanian, seperti Kopi Kintamani yang sudah menjadi nomor 1 di dunia. Namun kini makin banyak Kopi Kintamani yang diakui oleh pemodal, sehingga menjadi produk kopi yang lain. “Kami harap Pak Made membantu masalah ini. Karena melalui bantuan Pak Urip bisa mengembangan produktifitas kopi di Bangli,” paparnya.

1bl#ik-1/6/2022

Ditambahkan, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ayu Budiasih menyampaikan Kopi Arabika telah dipusatkan di Kintamani, Bangli, sedangkan yang lainnya seperti Kopi Robusta di Pupuan, Tabanan serta daerah lainnya. Untuk itu, pihaknya sangat mengapresisi bantuan dari ABPN yang digenjot oleh Made Urip untuk membantu pengembangan Kopi Arabika di Kabupaten Bangli, terutama dengan perlakuan organik. Diharapkan melalui Bimtek yang digelar oleh M-U kali ini, bisa mendapatkan tambahan ilmu dan pengetahuan yang bisa diterapkan nantinya. Oleh karena itu, diharapkan Made Urip terus memperhatikan sektor pertanian di Bali, karena anggaran untuk kegiatan seperti ini hampir tidak ada. “Untuk itu ilmu yang didapat diharapkan bisa diteruskan kepada kelompok tani lainnya. Bimtek ini berkat Pak Made Urip, sehingga kami juga berterima kasih atas bantuan ini. Apalagi Kopi Arabika dari Kintamani ini sangat terkenal di manca negara,” tutupnya.

Di sisi lain, Koordinator Tanaman Penyegar, Gento Widayanto mengakui Bimtek ini untuk meningkatkan wawasan para petani kopi di Kintamani. Melalui perjuangan Made Urip pengembangan komoditas kopi di Bali mendapatkan bantuan fasilitas peremajaan kopi sekitar 900 hektar dan khusus di Kintamani seluas 100 hektar. Sayangnya masih banyak permasalahan yang dihadapi untuk pengembangan kopi terutama dalam produktifitas ekspor. Karena itu, diharapkan melalui kesempatan mengikuti Bimtek yang digelar Made Urip kali ini, agar bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga bisa meninggalkan pola lama untuk pengolahan tananam kopi di Bangli yang sudah lama tersohor dengan Kopi Kintamani. “Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Made yang telah ikut memajukan dan mengawal Kopi Kintamani, sehingga petaninya makin sejahtera,” bebernya.

1bl#ik-21/7/2021

Dari arahan Made Urip merasa bangga bisa bertemu dengan kelompok tani di Kintamani untuk mengikuti Bimtek yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian guna menambah wawasan dan keterampilan teknis untuk menambah produktifitas kopi di Bangli. Sebagai wakil rakyat yang mengurus perut rakyat selama 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking 7 nasional itu, menegaskan sub sektor perkebunan bisa terus bertahan di masa krisis, seperti dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Terbukti hampir 2,5 tahun sub sektor perkebunan malah mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga harus terus ditangani dengan baik, termasuk Kopi Kintamani yang sudah ada branding dan sertifikat geografisnya yang perlu terus diperjuangkan. Bimtek ini sangat relevan untuk diberikan kepada petani kopi yang bisa terus bertahan selama pandemi Covid-19, dibandingkan dengan sektor pariwisata.

“Karena itu mari jaga agar sektor pertanian ini bisa terus berlanjut sesuai dengan arahan dan program Bapak Gubernur Bali yang telah menempatkan sektor pertanian sebagai unggulan, terutama produk pertanian organik,” harap M-U. Namun program itu tidak cukup hanya konsep saja, tapi harus riil di lapangan untuk mengangkat sektor pertanian ini, karena anggarannya sangat lemah, bahkan nyaris tidak ada, baik provinsi maupun kabupaten/ kota. Karena itu bantuan dan program aspirasi di sektor pertanian harus diakses dari ABPN. Maka itu sinergikan sektor pertanian dan pariwisata di Bali, sehingga diharapkan Bimtek ini diikuti dengan baik dari awal sampai berakhir untuk meningkatkan hasil Kopi Kintamani di Bangli, khususnya untuk produk pertanian organik. “Karena itu saya akan bantu dengan sapi betina produktif dan program UPPO. Saya tidak tahu apakah Simantri atau Sipadu ini masih bisa hidup? Karena kita masih sangat banyak butuh pupuk organik di Bali,” terang M-U. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img