Gianyar, PancarPOS | Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD) Provinsi Bali mendorong LPD memanfaatkan teknologi digital, khususnya fasilitas HP android yang bekerja sama dengan salah satu vendor start up, serta jalinan sinergitas dengan bank daerah, terutama Bank BPD Bali. Kerja sama itu dijalin dari segi pelatihan, pembinaan, digitalisasi dengan mengenjot layanan E-Link LPD untuk mempermudah sekaligus mempercepat pelayanan krama desa, dalam melakukan transaksi. Ketua BKS LPD Provinsi Bali, I Nyoman Cendikiawan menjelaskan selama masa pandemi telah mendorong semua transaksi pembayaran menggunakan digitalisasi, bahkan sampai ada slogan semua “Semua Ada di Ujung Jari”.

Untuk itu, LPD di Bali juga telah melakukan kerja sama dengan Bank BPD Bali berupa QRIS, dimana virtual acountnya masih memakai Bank BPD Bali begitu juga pendaftaran merchant QRIS menggunakan Bank BPD Bali. Ke depan Kepala LPD Desa Adat Talepud itu, berharap melalui perusahaan vendornya bisa mempermudah merchant QRIS, sehingga tidak perlu mendaftarkan rekening bank lain. “Agar lebih simple cukup di LPD saja pendaftaran merchantnya,” katanya. Selain itu juga, LPD Mobile yang sudah dimiliki LPD tidak lagi pembayaran QRIS menggunakan account bank tertentu. Karena saat ini pembayaran melalui QRIS harus mempunyai rekening bank tertentu yang malah memperlama proses transaksi nasabah LPD.
“Kita sudah usulkan, agar LPD Mobile yang sudah dimiliki krama desa dengan rekening LPD bisa menggunakan scan barcode antar LPD se-Bali, tanpa harus membuat virtual account dahulu. Hanya saja masih menemui kendala regulasi. Saya harap hal tersebut ke depannya bisa terwujud, dan waktu rapat gabungan beberapa waktu lalu dengan Bank BPD Bali dan vendor serta BKS LPD, kita sudah mengusulkan usulan tersebut,” jelasnya, saat ditemui di Kantor LPD Desa Adat Talepud pada Jumat (23/9/2022). Cendikiawan mengakui selama sudah 2 tahun berjalan sudah terpasang sekitar 1.500 merchant QRIS di seluruh LPD di Bali dengan intensitas volume transaksi hampir tembus Rp2,5 miliar per bulannya. Maka dari itu, pihaknya sangat berharap LPD di Bali memilik layanan QRIS tersendiri.

“Dengan adanya hasil transaksi per bulannya yang cukup besar, kita wajibkan barcode QRIS di warung-warung kita pasang dahulu. Kan sangat lucu warung-warung binaan LPD dari awal kita bina, membangun dari kecil hingga besar dipasangilah QRIS dari bank lain. Kan itu sangat menyakitkan kami. Makanya kita harus pasang dahulu agar tidak didahulukan oleh pihak lain. Bahkan dengan adanya QRIS sangat membantu sekali. Sebab QRIS merupakan tenaga tabungan yang tidak kelihatan,” jelasnya seraya menambahkan dengan sudah digitalisasinya LPD di Bali serta masuknya QRIS ke pasar-pasar, otomatis LPD sudah turut memajukan digitalisasi desa. Apalagi selama ini, para kaum milenial di desa, juga sangat antusias hadirnya layanan QRIS. tra/ama/yar






