Politik dan Sosial Budaya

Gelar Bimtek Budidaya Manggis, Made Urip Bagikan 6.500 Bibih Manggis Bersertifikat Buah Ekspor


Badung, PancarPOS | Potensi buah lokal makin menjanjikan di masa pandemi Covid-19. Bahkan, kebutuhan buah ekspor makin tinggi, salah satunya komoditas manggis. Karena itulah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membagikan secara simbolis bantuan 6.500 bibit manggis bermutu dan berkualitas ekspor untuk empat subak di Desa Petang, Kecamatan Petang, Badung, Kamis (23/8/2021). Bantuan bibit ini diterima Subak Abian Mekar Sari Banjar Lipah, Subak Abian Kerta Raharja Banjar Kerta, Subak Abian Tandan Sari Banjar Antiga dan Subak Abian Sidakarya Petang. Selain itu, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, juga memberikan bantuan bibit pohon produktif lain, di antaranya 1.500 bibit Salak Gula Pasir, serta segera menyusul bibit durian, kelengkeng dan rambutan pada tahun 2022. Sebelum digelar bimbingan teknis (Bimtek) Diseminasi Teknologi Komoditas Manggis dan Penyerahan Benih Manggis kepada Kelompok Tani di Desa Petang, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, juga sempat tanam bersama benih manggis varietas Kali Gesing, berserta Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadisperpa) Badung, Camat Petang, Koramil Petang, Babinsa, Kabinkamtibmas, BPP Petang, Kelian Adat dan Bendesa Adat Banjar Lipah, serta para perwakilan kelompok tani penerima bantuan.

1bl#ik-21/8/2021

Selaku penerima bantuan, Kelian Subak Abian Tandan Sari I Nyoman Wirata mengucapkan teriimaksih kepada Made Urip atas bantuan bibit mangis untuk krama subak. Bantuan bibit ini sejak lama sudah sangat diharapkan oleh para petani di Desa Petang. “KIta mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Made Urip yang telah meluangkan waktu dan memberikan motivasi dengan bantuan bibit manggis di Desa Petang,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Kelian Subak Abian Mekar Sari, I Gusti Ngurah Dwi Cahya Kusuma membenarkan bantuan benih manggis dari Made Urip memberi harapan baru para petani dan krama subak di Petang yang telah merasakan bantuan ini, karena sebagian besar hidupnya dari bertani. Namun sayangnya, jika melihat perkembangan jaman dan teknologi anak muda sekarang sangat jarang mau hidup dari bertani. “Karena itu, bantuan ini menjadi terobosan baru, agar pertanian bisa hidup dan bertahan. Karena bantuan dari Pak Urip sangat dibutuhkan, termasuk bantuan lainnya, hingga pemasarannya saat panen,” bebernya. Pada kesempatan itu, Kadis Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijaya mewakili jajaran petani dan krama subak di Badung kembali mengucapkan terimamasih atas perhatian dan bantuan di sektor pertanian selama ini.

1bl#il-10/9/2021

Apalagi sudah sangat banyak bantuan yang disalurkan Made Urip di seluruh Bali, termasuk Kabupaten Badung di tengah pandemi Covid-19 yang memberi dampak sektor pariwisata yang semakin lesu. “Kami bersyukur ada bantuan yang difasilitasi dari Pak Made Urip. Mudah-mudahan bantuan ini bisa ditindaklanjuti dan ditanam dengan baik. Karena prosfek penanaman buah sangat potensial. Apalagi digarap dengan baik akan menjadi destinasi agrowisata yang bisa melihat tanaman buah seperti manggis sehingga harus dirawat dengan baik,” tandasnya, seraya menjelaskan ke depan tidak hanya ada potensi air terjun saja, namun wisatawan juga bisa menikmati agrowisata tanaman manggis, durian dan salak yang bisa berkembang menjadi Kampung Buah yang terkenal di Bali dan Indonesia. “Jadi kami sangat berharap Pak Urip jangan berhenti membantu petani khususnya di Badung,” tutupnya. Di sisi lain, Kepala BPTP Bali Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., mengakui kegiatan ini dibiayai oleh anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) tahun anggaran 2021 yang juga berkat perjuangan Made Urip sebagai motivator dan promotor kegiatan pertanian di Bali. “Penyerahan bantuan bibit manggis ini, sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Berkat perjuangan suhu Pak Made Urip di situasi PPKM tetap bisa memberikan bantuan benih manggis kepada kelompok tani dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

1bl#ik-21/7/2021

Pihaknya menerangkan karena situasi PPKM, Bimtek budidaya dan panca panen komoditas manggis ini, hanya menghadirkan 100 peserta dari Disnas Pertanian Badung, BPPT Bali, Penyuluh BPP Petang, serta perwakilan petani dan krama subak di Desa Petang. Apalagi mengingat manggis memiliki potensi pasar ekspor yang besar atau lebih dari 5 juta kg/tahun dari Bali. Bahkan saat pandemi saja bisa mengirim 2 juta kg manggis ke China, sehingga potensi pasarnya masih tidak terbatas, terutama di Badung yang berada di ranking keempat di Bali dan sekitar 76 persen manggis dihasilkan dari Kecamatan Petang. “Jika populasi ditambah hari ini, maka ranking Badung bisa naik ke tiga besar di Bali, sehingga di Petang diberikan bimbingan teknis dan memberikan bantuan benih. Astungkara ada Pak Made Urip membantu kebutuhan benih manggis para petani di Petang, termasuk bibit durian dengan kualitas terbaik dan bersertifikat untuk komoditas ekspor,” bebernya. Usai tanam bersama sekaligus menyerahkan bantuan, Made Urip merasa berbangga dan bahagia bisa kembali bertemu dengan petani dan krama subak untuk menyerahkan bantuan bibit pohon produktif tahun 2021 dari anggaran refocusing penanganan Covid-19 yang dirasakan sangat berdampak terhadap perekonomian Bali yang turun hingga minus 9 persen. “Bantuan ini sebagai upaya peningkatan potensi pertanian di sub sektor perkebunan yang masih banyak program yang bisa diakses. Karena kita saat ini tidak bisa hanya mengandalkan anggaran dari APBD saja yang pendapatannya sudah menurun drastis sejak dampak pandemi Covid-19. Karena itu, ada potensi kekurangan bibit manggis, durian dan salak ke depan akan kita upayakan dibantu agar bisa dikembangkan dengan baik,” tegas Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional tersebut.

1bl#ik-5/3/2021

Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini berharap ke depan perlu adanya pengelompokan komoditas yang bersinergi dengan agrotourism yang akan terus berkembang di Bali. Karena itu, jika petani dan krama subak masih kekurangan bibit akan dibantu 10 ribu bibit salak, termasuk durian, klengkeng, dan rambutan di tahun 2022 mendatang. Ada juga bantuan bibit kopi dan coklat untuk membangkitkan potensi pertanian ini. Karena Bali di masa mendatang tidak hanya bisa bergantung di sektor pariwisata saja yang sangat rentan terhadap bencana, keamanan dan penyakit seperti Covid-19 ini. “Terbukti tahun 1998 ketika krisis, sektor perkebunan yang malah bertahan dan malah pertumbuhannya tetap positif,” pungkas M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close