Ekonomi dan Bisnis

Hindari Penipuan Pinjol dan Investasi Bodong, Bank BPD Bali Tawarkan “KUR Mesari” di Desa Sanur Kauh


Denpasar, PancarPOS | PT. Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara untuk memberikan pemahaman bahaya investasi ilegal dan Pinjol (Pinjaman online) kepada masyarakat di Desa Sanur Kauh, Denpasar, pada Jumat (22/4/2022). Kegiatan literasi itu, sekaligus memberikan pemahaman serta mengedukasi masyarakat tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mesari oleh Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, SE., yang dihadiri oleh Ketua OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto bersama Anggota DPR RI Komisi XI, I Gusti Agung Rai Wirajaya.

1th#ik-18/1/2022

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat tidak tergiur akan iming-iming bunga investasi ilegal yang cukup besar, dan ujung-ujungnya tertipu,” ujar Tribroto. Pada kesempatan itu, Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestare Widiatmika menjelaskan investasi ilegal dan pinjol sendiri diakuinya sangat banyak masyarakat yang tertipu. Karena itu, untuk mencegah terjadinya penipuan tersebut, masyarakat Bali harus cerdas menentukan pilihannya dengan menabung di Bank BPD Bali. Selain itu, pihaknya mengajak masyakarat Desa Sanur Kauh untuk bisa menggunakan fasilitas Bank BPD Bali dengan menawarkan “KUR Mesari” dengan bunga yang sangat rendah. KUR ini bisa digunakan untuk pengembangan bisnis, daripada melalui pinjaman online atau renternir.

“Saya harap masyarakat harus cerdas dalam mengambil keputusan, dan jangan mudah tergiur oleh pinjol atau investasi bodong online. Lebih baik simpan uangnya untuk masa depan, dan acara ini sebagai bentuk edukasi terkait investasi bodong atau ilegal, agar tidak masuk desa. Dan saya ingin masyarakat menyimpan uangnya di bank, agar tidak mendapatkan masalah,” jelasnya Lestara, seraya mengatakan Bank BPD Bali berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp19,8 triliun pada 2021. Ungkapnya, penyaluran KUR menjadi salah satu solusi yang ditawarkan Bank BPD Bali untuk mempercepat akses keuangan di daerah, sekaligus mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

1bl#ik-4/4/2022

Dalam merealisasikan KUR tersebut, Bank BPD Bali meluncurkan program Mesari (Membangun Masyarakat Bali), yaitu program kredit KUR klaster sektor produksi dengan tambahan benefit subsidi tambahan bunga 3,00% dari bank. “Melalui Mesari, nasabah bisa mendapat subsidi bunga tambahan dari pemerintah sebesar 3,00% sampai Juni 2022. Selain itu, penerima program Mesari hanya perlu membayar bunga KUR 0,00%,” jelasnya. Sementara itu, Anggota DPR RI, Gusti Agung Rai Wirajaya, sangat mengapresiasi kiprah Bank BPD Bali dalam pelayanan KUR terbaik nomor 1 di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan dana bergulir Rp1 triliun, dengan NPL yang bagus. “Kami dorong Bank BPD Bali untuk terus membangun dan berkarya untuk ekonomi Bali, sehingga bisa memulihkan perekonomian di Bali,” jelasnya.

Rai Wirajaya menilai KUR Mesari Bank BPD Bali sangat membantu UMKM kecil dengan suku bunga hanya 0,3%. Artinya KUR Mesari bisa membangun perekonomian di Bali. “Kredit Mesari ini sangat luar biasa membantu pergerakan ekonomi di Bali. Bahkan saya lihat, Bank BPD Bali yang awalnya PD sekarang PT sangat luar biasa sekali. Artinya perubahan ini membawa energi positif. Apalagi CSR-nya sudah berapa pura yang terbantu,” paparnya. Hal senada dikatakan Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, S.Sos. Menurutnya Bank BPD Bali sangat luar biasa membantu perekonomian di desanya. Apalagi dengan bunga yang sangat kecil, bahkan proses pengajuan kreditnya pun sangat mudah. “Saya sangat berterimakasih kepada Bank BPD Bali yang sudah banyak membantu mengeluarkan KUR di Desa Sanur Kauh,” ucapnya. saputra/ama


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button