Bali Tak Tergoyahkan, Gubernur Koster Tegaskan Isu Sampah dan Macet Tak Goyahkan Status Destinasi Nomor Satu Dunia

Denpasar, PancarPOS | Pulau Bali kembali menorehkan sejarah baru dalam peta pariwisata global. Di tengah berbagai isu yang kerap diarahkan kepada Bali, mulai dari persoalan sampah, kemacetan lalu lintas, hingga tekanan lingkungan akibat tingginya kunjungan wisatawan, Bali justru tampil sebagai destinasi terbaik dunia. Dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best 2026 yang dirilis TripAdvisor, Bali secara resmi dinobatkan sebagai Peringkat 1 World’s Best Destination, posisi tertinggi sepanjang sejarah penilaian TripAdvisor.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan dunia terhadap Bali tidak mudah digoyahkan oleh isu-isu sesaat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster secara tegas kepada PancarPOS pada Jumat (16/1/2026).
“Bali memang sering digoyang dengan isu sampah, kemacetan, dan berbagai persoalan lainnya. Namun faktanya, dunia tetap menilai Bali sebagai destinasi terbaik. Penghargaan ini membuktikan bahwa kepercayaan wisatawan global terhadap Bali sangat kuat dan tidak runtuh oleh isu-isu tersebut,” tegas Gubernur Koster.
Menurut Gubernur Koster, posisi Bali sebagai peringkat satu dunia bukanlah hasil dari pencitraan semata, melainkan refleksi dari pengalaman riil jutaan wisatawan yang datang langsung ke Bali. TripAdvisor menilai destinasi berdasarkan ulasan objektif wisatawan selama satu tahun terakhir, sehingga penghargaan ini memiliki bobot dan kredibilitas yang sangat tinggi.
“Ini penilaian berbasis pengalaman nyata wisatawan, bukan klaim sepihak. Artinya, kualitas destinasi, budaya, keramahan masyarakat, dan daya tarik Bali masih sangat diakui dunia internasional,” ujarnya.
Dalam daftar 10 Top World’s Best Destinations 2026 versi TripAdvisor, Bali menempati posisi teratas, mengungguli destinasi global kenamaan seperti London (Britania Raya), Dubai (Uni Emirat Arab), Hanoi (Vietnam), Paris (Prancis), Roma (Italia), Marrakesh (Maroko), Bangkok (Thailand), Kreta (Yunani), hingga New York (Amerika Serikat). Ini merupakan pencapaian tertinggi Bali sejak TripAdvisor pertama kali merilis kategori Best of the Best.
Gubernur Koster menambahkan, penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Bali memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas pariwisata ke depan. Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, terus mendorong transformasi pariwisata Bali agar lebih tertib, berkelanjutan, dan berbasis budaya.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Justru ini menjadi alarm bagi semua pihak agar serius membenahi persoalan sampah, kemacetan, dan tata kelola pariwisata. Tujuannya jelas, agar Bali tetap menjadi destinasi kelas dunia yang berkelanjutan dan bermartabat,” kata Gubernur Koster.
Selain dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia, Bali juga mencatatkan pengakuan global di berbagai kategori strategis. Bali meraih peringkat pertama sebagai Honeymoon Destination, masuk dalam Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, serta masuk dalam Top 20 Trending Cities dunia. Pencapaian lintas kategori ini menegaskan bahwa Bali tidak hanya unggul dari sisi alam, tetapi juga budaya, pengalaman perjalanan, hingga daya tarik gaya hidup.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan pernyataan lengkapnya terkait pencapaian tersebut. Ia menilai penobatan Bali sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia masih memiliki daya saing pariwisata yang sangat tinggi di tingkat global.
“Terpilihnya Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia versi TripAdvisor menunjukkan bahwa Bali masih menjadi magnet pariwisata dunia. Ini adalah hasil dari kepercayaan wisatawan internasional yang menilai langsung pengalaman mereka selama berkunjung ke Bali,” ujar Widiyanti Putri Wardhana.
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya milik Bali, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional sekaligus tanggung jawab bersama.
“Ke depan, kami ingin memastikan Bali terus tumbuh sebagai destinasi pariwisata berkualitas, yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta menginspirasi dunia dengan nilai-nilai budaya dan keberlanjutan,” tegasnya.
Widiyanti menambahkan, predikat Best of the Best dari TripAdvisor hanya diberikan kepada kurang dari 1 persen destinasi di seluruh dunia yang memenuhi standar keunggulan tertinggi. Standar tersebut mencakup kualitas destinasi, konsistensi pelayanan, daya tarik budaya, serta tingkat kepuasan wisatawan yang tercermin dalam jutaan ulasan.
“Artinya, Bali tidak hanya unggul dalam satu aspek, tetapi diakui secara menyeluruh. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan pariwisata nasional yang berfokus pada kualitas, bukan sekadar kuantitas,” ujarnya.
Gubernur Koster menutup dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri, desa adat, hingga masyarakat, agar menjadikan penghargaan ini sebagai pemacu untuk bekerja lebih disiplin dan bertanggung jawab.
“Dunia sudah menempatkan Bali di posisi tertinggi. Tugas kita sekarang adalah menjaga kepercayaan itu dengan kerja nyata, tata kelola yang baik, dan komitmen kuat menjaga alam serta budaya Bali,” pungkas Gubernur Koster.
Dengan pencapaian ini, Bali kembali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dan menegaskan posisinya sebagai destinasi pariwisata unggulan yang tak tergantikan di tingkat global. ama/ksm/*









