Politik dan Sosial Budaya

Sosialisasi di Desa Pejaten, Made Urip Kembali Tanamkan Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan


Tabanan, PancarPOS | Usai menggaungkap 4 Pilar Kebangsaan di Bale Banjar Babakan, Desa Mambang, Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa malam (26/4/2022), Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selaku Anggota MPR RI kembali melanjutkan sosialisasi di Bale Serba Guna Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu malam (27/4/2022). Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, turun ke tengah lapisan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, turun ke bawah atau Turba memaparkan kembali pemahaman 4 Pilar Kebangsaan didampingi Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, I Made Suarta didampingi Perbekel Desa Pejaten, Bendesa Adat Pejaten dan Nyitdah.

1bl#ik-4/4/2022

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, memberikan pemaparan awal sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri krama Desa Pejaten beserta pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Desa Pejaten, Karang Taruna, Ibu PKK maupun para prajuru adat dan dinas se-Desa Pejaten. Meskipun diadakan secara spontan dengan persiapan dalam waktu singkat, namun seluruh peserta yang hadir nampak sangat antusias dan bersemangat mendengarkan pemaparkan nilai-nilai kebangsaan. Apalagi sosialisasi 4 konsensus kebangsan itu, juga kembali menghadirkan tiga narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, yakni mantan Anggota DPRD Bali, I Gede Suamba, Staf Ahli DPRD Tabanan, Ir. I Wayan Gunadi dan Ir. I Nyoman Kartika yang juga Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Tabanan.

1th#ik-18/1/2022

Salah satu peserta yang hadir, I Wayan Sudarwan, S.Sn., sebagai Kelian Adat Banjar Badung mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah berkunjung untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, agar kehidupan berbangsa dan negara di desa semakin kuat. “Melalui sosialisasi dari Pak Urip ini kami bisa mengingat kembali, sehingga menjadi tahu dan paham tentang 4 Pilar Kebangsaan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Perbekel Desa Pejaten, I Gusti Putu Sukarta, menyambut positif kehadiran Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu. Pihaknya mengaku sangat berharap banyak dengan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Desa Pejaten. Sosialisasi ini, juga dipaparkan langsung Made Urip karena sangat penting dalam kondisi bangsa yang rentan terhadap perpecahan.

2bl#ik-17/2/2022

Dikatakan, inilah pentingnya sosialisasi yang diberikan Made Urip untuk dipahami dan diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap ada arahan dari Pak Made Urip untuk menjaga soliditas di Desa Pejaten,” paparnya, seraya mengakui selama ini, calon Wakil Gubermur Bali era pemilihan tidak langsung pada Pilgub Bali 2003 itu, setiap diundang selalu hadir menemui masyarakat sampai ke pelosok desa. Di sisi lain, Made Urip mengakui selama ini terus turun memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, sebagai tugas dan kewajiban menjadi salah satu Anggota MPR RI. Sosialisasi ini, juga diberikan untuk seluruh lapisan masyarakat sebagai komitmen bangsa, ketika mantan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas yang khawatir dengan kondisi negara yang berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa, akibat rongrongan baik dari dalam maupun dari luar.

4bl#ik-17/2/2022

Karena itu, MPR RI mencetuskan 4 Pilar Kebangsaan melalui Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau TAP MPR RI, sehingga harus terus disosialisasikan ke seluruh tanah air, bahkan hingga ke luar negeri. “Komitmen kebangsaan ini untuk melindungi NKRI dari ancaman ideologi lain, terutama dari dalam yang ingin mempersoalkan ideologi Pancasila dengan ideologi lain oleh kelompok garis keras,” papar politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu. Dijabarkan 4 Pilar Kebangsaan itu, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. “Saya mengucapkan terima kasih telah hadir mengikuti sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, karena meskipun kita hidup di desa, juga harus memahami dan mengimplementasikan konteks 4 Pilar Kebasangsan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas M-U, seraya mengatakan 4 Pilar Kebangsaan ini, terutama Pancasila jangan hanya diomongkan saja, tapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

1bl#ik-27/4/2022

Made Urip juga menegaskan komitmen bangsa ini harus terus dijaga dan dilindungi dengan kekuatan 4 Pilar Kebangsaan ini. Karena itu, buku 4 Pilar Kebangsaan yang telah dibagikan diharapkan, agar bisa terus dibaca dan dipahami untuk menerapkan nilai-nilai berbangsaan dan bernegara. nantama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button