Ekonomi dan Bisnis

Surplus 123 Ribu Ton, Gubernur Koster Tolak Beras Luar Masuk Bali


Denpasar, PancarPOS | Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si.,menolak kedatangan beras luar masuk Bali, apalagi ada isu rencana impor beras untuk mengoptimakan produk beras lokal. Dikatakan, hal itu senada dengan komitmen Gubernur Bali, Wayan Koster untuk memberdayakan hasil produksi beras lokal, sehingga mewanti-wanti jangan sampai ada beras luar masuk ke Bali. Apalagi sikap tegas Gubernur asal Desa Semiran, Buleleng itu, juga sesuai implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

1bl#ik-11/3/2021

“Bali kini sejatinya surplus beras sebanyak 123.856 ton, rata-rata surplus 100 ton per tahun,” kata Wisnuardhana saat ditemui di Denpasar, Selasa (23/3/2021). Dijelaskan proyeksi produksi dan kebutuhan pangan pokok masyarakat kabupaten/kota sesuai data tahun 2020 yakni produksi 551.276 ton dan kebutuhan 427.423 ton sehingga ada surplus 100 ribu ribu ton lebih. Bali surplus beras rata-rata dalam setahun sebanyak 123.856 ton yang ditopang dari produksi beras dari Tabanan, Gianyar, Badung dan Jembrana.

1bl#ik-10/2021

Rekapitulasi neraca pangan kabupaten/kota data tahun 2020 sebanyak 123.856 ton terdiri dari Buleleng (-2.725 ton), Jembrana (14.470 ton), Tabanan (112.826 ton), Badung (25.938 ton), Denpasar, (-55.826 ton), Gianyar (45.288 ton), Klungkung (300 ton), Bangli (-7.895 ton), Karangaem (-8.520 ton). Kondisi tersebut sudah disampaikan kepada Gubernur Bali, bahwa stok beras masih aman, apalagi sudah menjelang panen raya.

1lb#ik-11/3/2021

Meskipun dalam kondisi tertentu, terkadang Bali sempat datangkan beras luar daerah seperti Jawa atau Lombok. Wisnuardhana juga akan mengirim surat kepada Direktur Utama Bulog sesuai dengan arahan Gubernur Kosterz agar Bali tidak kedatangan beras impor, karena masih mampu produksi beras sendiri. “Namun kebijakan impor merupakan kewenangan pemerintah pusat, terpenting Bali tetap gunakan produk beras lokal,” pungkasnya. aya/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close