Ekonomi dan Bisnis

Tri Hita Trans Siap Lawan Raksasa Global, Sentrik Konsolidasikan Driver Lokal Hadapi Kapitalisme Transportasi


Badung, PancarPOS | Gelombang konsolidasi transportasi lokal Bali memasuki babak yang lebih tegas. Jika sebelumnya komunitas sopir di Canggu menyatakan sikap bergabung dalam ekosistem Tri Hita Trans, kini PT Sentrik Persada Nusantara selaku penggagas platform tersebut secara terbuka mengibarkan bendera perlawanan terhadap dominasi aplikasi transportasi global yang dinilai semakin menekan ruang hidup driver lokal.

Sabtu (21/2/2026) malam di Desa Adat Canggu, Badung, forum yang mempertemukan komunitas transportasi, pengurus desa adat, hingga perwakilan perbankan itu berubah menjadi ruang artikulasi keresahan sekaligus strategi. Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, menyampaikan pernyataan yang menggugah.

“Kita tidak boleh terus menjadi penonton. Wilayah kita seperti dikacaukan oleh sistem yang tidak berpihak pada adat dan warga lokal. Kita ini seolah menjadi tamu di rumah sendiri. Motivasi saya membangun Tri Hita Trans adalah agar warga Bali kembali menjadi tuan rumah di sektor transportasi,” tegas Sudiana di hadapan para driver.

Komunitas sopir di Canggu menyatakan sikap bergabung dalam ekosistem Tri Hita Trans. (foto: tra)

Menurutnya, persoalan transportasi Bali bukan sekadar soal persaingan tarif. Ia menyebut ada persoalan struktural: kekuatan kapital global yang masuk tanpa ikatan sosial dan budaya, namun menguasai pasar dengan kekuatan modal dan teknologi.

Mantan Wakil Bupati Badung ini menilai jika kondisi ini dibiarkan, desa adat hanya akan menjadi penonton di tengah aktivitas ekonomi yang terjadi di wilayahnya sendiri. “Kita ingin kedaulatan ekonomi kembali ke tangan krama desa. Tri Hita Trans bukan hanya aplikasi, tetapi gerakan. Ini tentang keberpihakan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sistem yang dibangun tidak hanya memfasilitasi pemesanan kendaraan, tetapi juga menyiapkan model ekonomi yang memberi ruang bagi desa adat untuk terlibat aktif dalam pengawasan dan distribusi manfaat.

Salah satu sorotan penting dalam forum tersebut adalah solusi konkret bagi driver yang terkendala kendaraan dan modal usaha. Sudiana mengungkapkan bahwa PT Sentrik Persada Nusantara telah menjalin kerja sama strategis dengan Bank BPD Bali untuk memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi driver lokal.

“Kita bantu negosiasi dengan perbankan agar teman-teman driver mendapat kemudahan akses kredit. Bahkan kita konsepkan supaya tidak terbebani modal awal yang berat. Sistem Tri Hita Trans akan membantu proses administrasi dan penjaminan,” jelasnya.

Founder PT Sentrik Persada Nusantara I Made Sudiana, S.H., M.Si. bersama tim VinFast saat audiensi dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Kadek Mudarta, S.T., M.A.B., di Kantor Dishub Bali, Kamis (19/2/2026), membahas pematangan implementasi Tri Hita Trans berbasis desa adat. (foto: ama)

Skema ini diharapkan membuka peluang bagi driver yang selama ini tidak memiliki kendaraan memadai atau ingin beralih ke unit yang lebih layak, termasuk kendaraan listrik. Langkah tersebut disambut positif oleh I Ketut Suartha dari Trinadi Transport. Ia menilai pendekatan ini memberi harapan baru bagi sopir lokal yang selama ini terjebak dalam persaingan tidak sehat.

“Selama ini kita bersaing dengan sistem luar yang tidak punya ikatan emosional dengan Bali. Mereka tidak paham adat, tidak paham struktur wilayah. Kita hanya ikut aturan mereka,” kata Suartha. Namun ia juga mengingatkan bahwa penguatan sistem digital harus dibarengi kedisiplinan operasional di lapangan, khususnya soal parkir dan ketertiban.

“Kita tidak mau dicap mengganggu masyarakat. Jangan sampai kendaraan parkir sembarangan di bahu jalan. Harus ada koordinasi posko dan tempat parkir yang jelas. Kalau kita ingin dihormati, kita juga harus tertib,” tegasnya. Pesan tersebut mendapat respons positif dari manajemen Tri Hita Trans yang berjanji akan berkoordinasi dengan desa adat dan aparat setempat untuk menata titik kumpul serta sistem antrean digital agar tidak menimbulkan kemacetan atau konflik sosial.

Tak berhenti pada aplikasi, Sudiana juga mengumumkan pembentukan yayasan yang melibatkan akademisi dan praktisi ekonomi untuk mengawal implementasi sistem berbasis desa adat secara berkelanjutan. Yayasan ini akan menjadi think tank dan pengawas independen agar konsep ekonomi lokal tidak sekadar jargon, tetapi berjalan secara profesional dan transparan.

Seluruh driver Tri Hita Trans yang terlibat wajib mengikuti aturan dan standar yang telah disepakati desa adat. (foto: ist)

“Kita ingin sistem ini kuat secara manajerial dan akuntabel. Ke depan bukan hanya transportasi. Kita akan masuk ke pelatihan usaha, penguatan UMKM, hingga sektor industri lainnya agar desa adat tidak terus-menerus menjadi pasar, tapi juga pelaku utama ekonomi,” ungkap Sudiana. Ia menyebut eksploitasi ekonomi masif oleh pihak luar harus diimbangi dengan kesiapan sistem lokal yang solid. “Kalau kita serius dan kompak, saya yakin masalah di jalan akan berkurang dan ekonomi lokal bangkit. Ini langkah penyelamatan untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Forum tersebut juga menegaskan satu pesan penting: persatuan. Tanpa soliditas antar komunitas, upaya membangun sistem alternatif akan mudah goyah. Sudiana mengingatkan bahwa kekuatan aplikasi global terletak pada jaringan dan konsistensi sistem. Karena itu, driver lokal tidak boleh terpecah. “Kita jangan lagi jalan sendiri-sendiri. Kalau bersatu, kita punya daya tawar. Kalau terpecah, kita akan terus ditekan oleh sistem besar,” kata Mangku Pura Dalem Desa Adat Canggu itu.

Sebagai langkah konkret, PT Sentrik Persada Nusantara segera membentuk grup koordinasi lintas komunitas untuk mensosialisasikan mekanisme aplikasi, sistem pembagian hasil, hingga detail dukungan perbankan. Grup ini juga akan menjadi ruang diskusi terbuka untuk menyerap aspirasi dan keluhan driver di lapangan. Bagi banyak sopir yang hadir, malam itu bukan sekadar forum diskusi. Ia menjadi simbol harapan bahwa transportasi Bali masih bisa dikendalikan oleh putra daerah sendiri. “Kalau bukan kita yang jaga Bali, siapa lagi?” ujar salah satu driver yang hadir. ama/ksm


Back to top button