Denpasar, PancarPOS | Calon Bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Mulyadi, menegaskan pentingnya membangun komunikasi politik yang efektif antara eksekutif dan legislatif untuk menghadapi tantangan pemerintahan jika terpilih. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam debat terbuka ketiga Pilbup Tabanan 2024 yang berlangsung di Bali Sunsetroad Convention Center (BSCC), Denpasar, Bali, pada Rabu malam (20/11/2024).
Dalam debat yang mengangkat tema “Menjaga Kebebasan Warga Negara dan Keharmonisan Kehidupan Sosial”, Mulyadi berhadapan dengan pasangan calon nomor urut 2, I Komang Gede Sanjaya-I Made Dirga, yang diusung PDIP. Debat tersebut membahas berbagai isu strategis dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan Tabanan.
Sanjaya memberi tantangan kepada Mulyadi dengan pertanyaan tentang bagaimana dia akan meyakinkan DPRD Tabanan, yang mayoritas beranggotakan kader PDIP, agar mendukung visi dan program yang diusung paslon nomor urut 1.
“Bagaimana strategi saudara untuk mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan yang menguasai 31 kursi di DPRD Tabanan?” tanya Sanjaya.
Mulyadi menjawab dengan menekankan pentingnya komunikasi yang baik dan menjalin hubungan harmonis dengan legislatif, sambil mencontohkan kisah-kisah keberhasilan politik di tingkat nasional dan lokal.
“Pak Komang mungkin lupa bahwa Presiden Jokowi, yang berasal dari PDIP, berhasil memimpin meski menghadapi tantangan dari partai besar. Begitu juga dengan Ahok yang meskipun tidak didukung PDIP tetap mampu memimpin Jakarta. Di Bali, Pak Mangku Pastika pernah diusung PDIP, lalu dipisahkan dan tetap sukses memimpin,” ujarnya.
Mulyadi menambahkan bahwa dengan komunikasi yang baik dan saling pengertian antara eksekutif dan legislatif, berbagai permasalahan dapat diatasi demi kemajuan Tabanan. “Selama kita memiliki visi yang sama untuk kemajuan Tabanan, saya yakin anggota dewan akan mendukung langkah-langkah positif,” tambahnya.
Pasangannya, I Nyoman Ardika, menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam menyelesaikan tantangan pembangunan daerah. “Harmoni antara tiga cabang kekuasaan ini sangat penting agar Tabanan dapat berkembang lebih baik,” ungkap Ardika. tim/ama/ksm






