Pariwisata

Jangan Hanya Jadi Rencana, Banuartha: Pariwisata Bali Harus Segera Dibuka


Denpasar, PancarPOS | Praktisi Pariwisata Komang Takuaki Banuartha yang juga Politisi Partai Golkar mengatakan, rencana New Normal di Bali jangan hanya jadi rencana namun harus segera diterapkan untuk mewujudkan standar baru dalam menjalankan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 secara ketat. Menurutnya pengalaman tiga bulan menghadapi Covid-19, semestinya sudah mampu menunjukkan kinerja pemerintah untuk kembali menggerakkan roda perekonomian Bali. “Tiga bulan menghadapi Covid kita harus kuat, bagaimana caranya?. Tugas pemerintah bukan hanya menangani penderitanya saja, tapi menjaga orang agar tidak terkena kan begitu,” ujar Banuartha saat ditemui di Denpasar, Minggu (21/6/2020).

1bl-bn#15/6/2020

Sebagai destinasi wisata dunia yang memiliki pengalaman menghadapi berbagai kondisi, Banuartha menilai Pemerintah Provinsi Bali harus mampu memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 bisa dijalankan di semua sektor. Ditegaskan sesunghuhnya rencana New Normal harus dipahami dan disiapkan bukan saja untuk dunia usaha namun juga bagi seluruh sendi kehidupan di masyarakat. “SOP harus betul-betul ditegaskan, jangan setengah-setangah. Kemarin kabarnya New Normal akan dibuka, pengusaha sudah senang tiba-tiba ditutup. Bukan untuk pariwisata, maksudnya new normal untuk siapa,” kritiknya berseloroh.

Baca |  Bali Ubah Target Promosi, Kunjungan Tercapai 6,7 Juta Wisman

Pemerintah juga diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan pasien Covid-19 namun juga secara optimal hadir bersama stake holder dunia usaha dan industri di Bali agar memiliki standar sama untuk bisa kembali digerakkan dengan protokol kesehatan yang lebih ketat. Jangan sampai ketakutan berlebih, justru membuat dampak pandemi Covid-19 semakin buruk. Pemerintah harus berani bersikap, salah satunya membuka sektor pariwisata secara bertahap.

1bl-ik#27/4/2020

“Kalau sudah SOP dijalankan apalagi?. Kalau terus begini kan mati perekonomian, terus kita hidup dengan apa?. Memang tidak semua bisa kita buka atau dibatasi lah. Karena pasti ada pembatasan kalau kita ngomong New Normal, kalau kita tidak terapkan bagaimana kita tau hasilnya. Harapannya segera kalau bisa, tidak bisa seperti ini terus-terusan,” tegas Bendahara DPD I Partai Golkar Provinsi Bali itu.

Baca |  Bisa "Makente", Parwisata Bali Diminta Dibuka Paling Telat Akhir Juni 2020

Pemerintah juga diminta lebih terbuka menerima masukan dari masyarakat dan kalangan pengusaha terkait dampak pandemi Covid-19. Menurutnya sepanjang kedisiplinan masih rendah mustahil angka kasus Covid-19 di Bali bisa turun. “Harusnya berat di depan, ringan dah kita di belakang. Ini kan ringan di depan akhirnya kita berat dibelakang hari. Tetap ekonomi harus berjalan apapun alasannya, sekarang SOP-nya harus diperketat melebihi ketatnya dari sebelumnya,” tandas Ketua Dewan Pengawas Tata Krama ASITA Bali itu. eja/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close