Ekonomi dan Bisnis

PPI Bali Sulap Desa Wisata Kenderan Ramah Keluarga Bersinar


Gianyar, PancarPOS | DPD Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI) Bali berkomitmen membantu menyulap Desa Wisata Kenderan Tegallalang, Gianyar memiliki daya tarik budaya spiritual. Upaya itu dalam mewujudkan Desa Wisata Ramah Keluarga Bersinar “Sinergi untuk Energi Pang Pade Payu (SIP3)”. Dengan melibatkan Perguruan Tinggi Swasta se-Bali, Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) Bali, Yayasan Bali Tresna Sujati. Kegiatan itu dalam peringatan Hari Kartini 2021 ditandai dengan penandatanganan kerjasama (MoU) Bersama Membina Desa Kenderan sebagai “Desa Wisata Ramah Keluarga Bersinar”.

1th#ik-16/4/2021

Penglingsir Puri Manuaba Anak Agung Gde Anom Raharaja menyambut baik dukungan semua komponen Desa Wisata Ramah Keluarga Bersinar. Rencana itu sudah kompak didukung dari Puri dan Desa Adat Delod Blungbang, Puri dan Desa Adat Manuaba serta Puri dan Desa Adat Kenderan. “Kami sudah pernah melakukan pembicaraan, baik dari Puri dan Desa Adat sudah bersatu tidak dibatasi wilayah masing-masing,” ujar Anom. Menurutnya, konsep pang pade payu yang ditawarkan sejalan dengan keberadaan Desa Kenderan dalam kembangkan desa wisata spiritual dan budaya.

Desa Kenderan tergolong tua memiliki peninggalan bersejarah berupa keranda watu (peti jenazah berbahan watu Sarkofukus) dan terdapat Nekara yang memilik kaiatan dengan Nekara Pejeng. Selain itu juga, desain bangunan rumah di Desa Kendran masih berbentuk rumah tradisional khas Bali. Sementara tembok dinding pembatas rumah terbuat dari tanah yang tidak kalah berpengaruh dan kokoh menyerupai dinding tembok pada umumnya. Paronama alam pedesaan masih begitu original, udara masih segar terdapat banyak sumber mata air suci, termasuk air terjun. Bahkan Desa Kendran diapit oleh dua sungai yakni Sungai Petanu (barat) dan Sungai Kungkang (timur).

1bl-bn#15/6/2020

Ajang itu sebagai momentum peringatan 11 tahun Desa Wisata Desa Kenderan. Apalagi Desa Kenderan pertama kali yang terdaftar sebagai desa wisata di Dinas Pariwisata Bali dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Selain kembangkan pariwisata, Desa Kenderan mengembangkan sosial budaya, ekonomi dan pertanian. Sedangkan Perbekel Kenderan, I Dewa Gede Jaya Kesuma juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang kompak menjaga wilayah. Untuk itu, wilayah pertanian tetap terjaga dan pengembangan pariwisata tetap terkontrol dan terkendali.

Ia juga mengharapkan masyarakat agar selalu menjaga adat, budaya dan alam sehingga pariwisata bukan menjadi pokok pencaharian tetapi jadi bonus dari pertanian. Hal itu yang menyebabkan wisata Kenderan tidak berkembang pesat seperti daerah Ubud, padahal jarak dengan Ubud tidak terlalu jauh bahkan investor juga banyak bergiliran ingin membeli lahan. Namun persatuan masyarakat begitu kuat, dalam mempertahankan tanah warisan dijual kepada orang lain. Sedangkan Rektor InstitutPariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional, Made Sudjana mendukung Desa Wisata Kenderan. Hal itu sejalan dengan program Kemenparekraf dalam membangun desa wisata, apalagi Bali sudah dikenal dunia.

1bl#ik-5/3/2021

Untuk itu, desa wisata di Bali bisa menjadi percontohan nasional sehingga mampu mendatangkan wisatawan dalam negeri dan luar negeri. Upaya itu dapat menyejahterakan masyarakat dan dapat merasakan langsung dampak pariwisata tersebut. Ketua DPD PPPI Bali A.A.A.Ngurah Tini Rusmini Gorda mengajak semua komponen bergerak membangun Desa Wisata Ramah Keluarga Bersinar yang dengan memperhatikan protokol kesehatan. Oleh karena, desa wisata merupakan tujuan wisatawan pasca pandemi.

Untuk itu, momentum Kartini dapat membangkitkan kembali peran perempuan dalam memulihkan ekonomi tanpa mengabaikan prokes. “Harapan semakin terang dan semakin optimis ekonomi pulih setelah vaksinasi semakin cepat,” pungkasnya. aya/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close