Seniasih Giri Prasta Tekankan KLA Bukan Sekadar Predikat, Diminta Serius Penuhi Hak Anak

Klungkung, PancarPOS | Komitmen Kabupaten Klungkung dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kembali dipertegas dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada Senin (20/4/2026). Penegasan ini mengemuka melalui pernyataan Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, yang menekankan bahwa implementasi KLA tidak boleh dijalankan setengah hati.
Menurut Seniasih, KLA bukan sekadar label administratif atau upaya mengejar penghargaan, melainkan sebuah sistem pembangunan yang menuntut keseriusan seluruh pemangku kepentingan dalam menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Berbicara tentang hak anak, saya minta bapak/ibu jangan setengah hati. Pengisian indikator KLA harus dilakukan dengan saksama dan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan KLA sangat ditentukan oleh kualitas implementasi di lapangan, bukan sekadar kelengkapan dokumen. Pemerintah daerah diminta mampu menghadirkan kebijakan dan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan dari kekerasan, hingga ruang partisipasi dalam pembangunan.
Seniasih juga menyoroti pentingnya peran Forum PUSPA sebagai penggerak kolaborasi lintas sektor. Dengan keterlibatan langsung Ibu Bupati Klungkung sebagai Ketua Forum PUSPA Kabupaten, ia optimistis capaian KLA Klungkung akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saya yakin dengan keterlibatan Forum PUSPA, predikat KLA Kabupaten Klungkung akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, A. A. Sagung Mas Dwipayani, mengingatkan bahwa pemenuhan indikator KLA tidak harus selalu diikuti dengan peningkatan anggaran. Ia menilai pendekatan sinergi dan optimalisasi program yang sudah ada justru menjadi kunci efektivitas.
Menurutnya, masing-masing perangkat daerah dapat menyesuaikan kegiatan yang sudah berjalan agar selaras dengan prinsip-prinsip KLA, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Tidak harus dengan anggaran besar, yang penting bagaimana kita mensinergikan program yang ada agar benar-benar berdampak bagi anak,” jelasnya.
Ketua Forum PUSPA Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali dalam mendorong percepatan terwujudnya KLA di Klungkung. Ia menilai sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi faktor penting dalam memperkuat implementasi program.
Eva Satria juga menyatakan optimisme bahwa dengan keterlibatan aktif Forum PUSPA Kabupaten Klungkung, kualitas pemenuhan hak anak akan semakin meningkat dan berdampak nyata bagi kesejahteraan anak di daerah tersebut.
Sebagai bentuk penegasan komitmen, kegiatan sosialisasi ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh gugus tugas KLA Kabupaten Klungkung. Langkah ini menjadi simbol keseriusan seluruh instansi dan perangkat daerah dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan perlindungan anak, serta memastikan setiap kebijakan pembangunan berpihak pada kepentingan terbaik anak. mas/ama/*









