Disambut Gemuruh dan Hujan Petir, Dewira Terpilih Aklamasi Nahkodai DPD KNPI Bali

Denpasar, PancarPOS | Musprov XIV DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Provinsi Bali akhirnya menetapkan I Putu Gede Wirakusuma yang akrab dipanggil Dewira secara aklamasi menahkodai DPD KNPI Bali periode 2022-2025. Sekretaris Karateker DPD KNPI Bali tersebut, disambut gemuruh dan hujan petir saat terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Bali selama tiga tahun mendatang yang mendapat dukungan 28 Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP). Dewiira dipilih pada acara Musprov XIV berdasarkan Keputusan DPP KNPI no KEP.0101/DPP KNPI/XII/2021 tentang pencabutan SK Karetaker DPD KNPI Provinsi Bali, dan pembentukan kepengurusan karetaker baru DPD KNPI Prov Bali di di Balai Diklat Provinsi Bali, Kamis (27/1/2022).

Kegiatan itu mengusung tema “Bersama OKP Kita Bangkitkan Marwah Pemuda Dalam Wadah KNPI Bali Yang Bersinergi Bersama Pemerintah Provinsi Bali Untuk Bali Bangkit”. Acara itu dibuka dengan pemukulan gong oleh Kabid Bidang Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, I Made Dana Tenaya. Secara khusus dihadiri langsung Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, Sekjen DPP KNPI Gandung Rafiul Nurul Huda. Menariknya lagi, pasca ditetapkan Gede Wira sebagai KNPI Bali hujan lebat pun turun sesaat menyambut acara itu yang berlangsung lancar. “Selesai penetapan, hujan lebat turun alam merestui acara ini untuk membangkitkan kembali kiprah OKP kepemudaan Bali,” ujar Gede Wira.
Ia akan mendata kembali OKP, kini baru bisa mendata dan bertemu sebanyak 28 OKP sehingga KNPI Bali sebagai wadah kepemudaan benar – benar berjalan. Apabila OKP belum terdata akan dirangkul semua, bahkan pihaknya selalu membuka pintu dan berkomunikasi kepada Pengurus sebelumnya baik bertemu langsung, via telepon maupun Whatshapp, khususnya kepada Ketua KNPI Bali I Nyoman Gede Antaguna SE.SH.MH. yang sudah menjabat selama 11 tahun. “Kami ingin kembalikan marwah OKP KNPI Bali, diharapkan ide-ide kreatif datang dari OKP untuk menyusun program kerja dalam tiga tahun ke depannya,” tandasnya. Program kerja yang disusun baik untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Mengingat peran pemuda begitu besar dalam mabangun bangsa dan negara dimulai dari daerah.

Untuk itu, pihaknya mengajak semua komponen kepemudaan bersatu dan berkarya berjuang majukan pemuda Bali. Ketum DPP KNPI, Haris Pertama memberikan apresiasi kepada Gede Wira yang Susan dipilih oleh OKP Bali. Pada kesempatan itu, pihaknya mengingatkan pengurus terpilih agar bekerja keras membangkitkan pemuda Bali. Untuk itu, OKP Bali bersatu dan bersinergi dengan kekuatan “Energy of Harmony” berkontribusi dalam membangun bangsa menjadi pemimpin masa depan baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Kebanggaan sebagai anggota KNPI patut dipupuk sejak dini untuk memajukan kiprah organisasi. Sejatinya SDM KNPI sudah menduduki jabatan di berbagai tingkatan termasuk ada sebagai Ketua Komisi II DPR.
KNPI harus punya anggota beragam baik profesi, keahlian, organisasi, partai. “KNPI bisa mencerminkan Indonesia mini dan jadi barometer pemuda tanah air,” ungkapnya. Ia juga singgung soal pemanfaatan teknologi dan media sosial secara efektif dan tepat guna. Dalam hal itu, KNPI menampilkan konten medsos yang edukatif dan menyatukan bangsa yang bhineka. Diharapkan dalam KNPI harus kuat dalam persatuan, jaga khebinekaan, jaga sikap, jangan sampai terpecah belah karena isu-isu liar di medsos. Sebaiknya medsos dipenuhi eduaksi yang mempersatukan bangsa. “Kawan-kawan OKP harus bersatu dan bisa menetukan sikap, agar bisa menjaga persatuan dan kesatuan, isi medsos dengan pengatahuan yang positif agar kita dan bangsa ini tidak terpecah belah,” tegasnya. Haris Pertama menegaskan kembali akan memecat siapapun dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota ketika para ketuanya tidak sesuai dengan AD/ARTnya.

“Setelah saya tahu Ketua KNPI Bali menjabat 11 tahun dan hanya dua kali periode Musda dan ini yang membuat saya bingung, Presiden aja hanya menjabat 5 tahun sekali, berati kalau sampai menjabat 11 tahun berati 5 tahun setengah dia menjabat, dan saya langsung berkoordinasi kepada seluruh stake holder untuk menepis semua isu tersebut. Dan saya sebagai Ketua Umum berhak memecat siapa saja ketua Kabupaten Kota ketika para ketuanya tidak sesuai dengan AD/ARTnya,” ungkapnya. Sejatinnya KNPI dalam segi kepengurusan hanya berusia tiga tahun saja, dan dirinya juga merasa bingung dengan Ketua KNPI Bali yang menjabat mencapai 11 tahun lamanya, bahkan ada sampai yang menelpon dirinya terkait hal ini, artinya dengan Musprov XIV bukan karena pihaknya, tetapi karena banyaknya OKP yang juga menginkannya segera terjadinya Musprov.
Ketua DPD KNPI Bali tidak melakukan pengkotak-kotakan, dan menjadi pemimpin yang bisa merangkul semuanya, harus bisa membakitkan jiwa persatuan kepada pemuda di Bali. aya/ksm









