Daerah

Pujawali Tri Kahyangan, Bupati Sanjaya Teguhkan Spiritualitas dan Harmoni Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan sekala dan niskala melalui persembahyangan Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, Rabu (18/2/2026). Momentum sakral ini tidak sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga penegasan bahwa pembangunan Tabanan tetap berpijak pada akar spiritual dan budaya.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, hadir langsung bersama Kapolres Tabanan, Sekda, para asisten, serta jajaran perangkat daerah. Kehadiran pimpinan daerah dalam Pujawali ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, desa dinas, dan desa adat dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat.

Prosesi diawali dengan Mepeed oleh ibu-ibu pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan menuju Pura Puseh Desa Bale Agung. Barisan gebogan yang tertata rapi menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Suasana religius terasa kental. Lantunan doa dan kidung suci menyatu dengan semangat gotong royong para krama adat serta jajaran pemerintah. Pujawali ini menjadi wujud bhakti kehadapan Ida Sesuhunan yang berstana di Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, sekaligus momentum mempererat pawongan dalam bingkai kebersamaan.

Keunikan tersaji sebelum persembahyangan di Pura Dalem Prajapati. Ibu-ibu pegawai Pemkab Tabanan ngayah menarikan Tari Rejang, diiringi alunan gamelan dari Sekaa Gong Pemkab Tabanan. Pemandangan ini menegaskan bahwa komitmen pelestarian adat, agama, seni, dan budaya tidak berhenti pada kebijakan, melainkan hadir nyata dalam aksi.

Tri Kahyangan Desa sebagai pusat spiritual masyarakat memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan hidup. Nilai-nilai Tri Hita Karana terus dijadikan fondasi pembangunan di Tabanan, menjaga harmoni hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan), sesama manusia (pawongan), dan lingkungan (palemahan).

Pujawali ini menjadi implementasi konkret parahyangan, sekaligus memperkuat pawongan melalui kebersamaan krama adat dan pemerintah, serta mendorong kesadaran menjaga palemahan lewat pelestarian kesucian lingkungan pura. Sinergi solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan, desa dinas, dan desa adat diyakini menjadi fondasi kokoh stabilitas sosial dan percepatan pembangunan yang berakar pada kearifan lokal.

Pelaksanaan persembahyangan berjalan lancar dan penuh kekhidmatan. Kebersamaan yang terbangun mencerminkan komitmen menjaga kesucian dan keharmonisan Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan sebagai warisan spiritual lintas generasi. Pemerintah Kabupaten Tabanan pun menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Tabanan Aman, Unggul, dan Madani. mas/ama


Back to top button