Politik dan Sosial Budaya

Hanya Omon-omon Saja, Pj Bupati Gianyar Diminta Mundur


Gianyar, PancarPOS | Suhu politik di Kabupaten Gianyar terus memanas menjelang hari pencoblosan Pemilu 2024, pasca mantan Bupati Gianyar, Made Mahayastra dipanggil Polda Bali, karena diduga terseret sejumlah kasus korupsi. Kini giliaran penggantinya, Pj Bupati Gianyar, Dewa Gede Tagel Wirasa yang mendapat tekanan politik, karena diminta segera mundur dari jabatannya oleh sejumlah anggota dewan di Gianyar. Salah satunya, Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra alias Gus Gaga, bersamaan dengan sejumlah anggota DPRD Gianyar mengaku kecewa pada sikap Pj Bupati Gianyar dan jajarannya. Pejabat-pejabat Pemkab Gianyar itu dinilai tidak becus dan konsisten menjalankan pemerintahan yang bersinergi dengan dewan.

1bl#ik-100.31/12/2023

[democracy id=”3″]

“Pj Bupati dalam rapat kerja sebelum ketok palu APBD Induk 2024 dan APBD Perubahan 2023, hanya omon-omon saja,” ujar politisi Partai Demokrat itu, kepada awak media, pada Kamis (18/1/2024). Apa yang disampaikan Gus Gaga itu, karena hingga kini Pj Bupati ini belum memberikan infomasi yang pasti terkait kelanjutan proses proposal hibah masyarakat yang kami fasilitasi. Padahal banyak di antaranya sudah tandatangan NPHD, nomor rekening juga sudah lengkap. Oleh karena itu, sejumlah dewan sudah kehilangan kesabaran. Sebab masyarakat pemohon hibah hanya bisa berharap hibah yang dimohonkan bisa cair sesuai yang dijanjikan Pemkab. “Sementara ada sebagian besar pemohon yang lain hibahnya sudah cair. Kalau mengacu kondisi seperti ini, betapa tidak adilnya saudara Pj Bupati dan jajarannya,” sentilnya.

1th#ik-067.11/8/2023

Karena itulah Gus Gaga meminta, jika Pj Bupati Gianyar tak punya wibawa dan tidak mampu mengelola pemerintahan di Gianyar, pihaknya meminta Dewa Gede Tagel Wirasa mundur dari Pj Bupati Gianyar. Sebab Gus Gaga mengaku, awalnya dia dan sejumlah temannya di Dewan berharap banyak lewat Pj Bupati akan ada transparansi dan keadilan dalam pengelolaan dan proses hibah bansos yang difasilitasi seluruh anggota Dewan. Apalagi Pj Bupati ini birokrat murni, bukan politisi, dan tidak punya kepentingan apa pun secara politis. Namun nyatanya, Pj Bupati ini dituding tidak bisa menjaga netralitas dan obyektivitasnya dalam mengambil kebijakan. “Tapi sungguh di luar kenyataan. Barangkali sebelum dia menjabat Pj Bupati, sudah ada komitmen dengan kekuatan politik tertentu, sehingga kebijakannya menjadi diskriminatif seperti ini?” sesal mantan Sekda Kabupaten Gianyar itu.

[democracy id=”4″]

1bl#ik-098.31/12/2023

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Gianyar dari Fraksi Golkar, I Made Togog yang juga sangat menyesalkan ulah Pj Bupati Gianyar terkait pencairan hibah dan Bansos. Pihaknya mengaku Dewan di Gianyar sangat berharap hal ini menjadi atensi Pj Gubernur Bali terkait persoalan tersebut. Ia menilai tanpa dilandasi tindakan adil oleh pejabat ini, telah menjadikan kondisi politik di Gianyar jelang Pemilu 2024, bahkan Pillkada serentak nanti akan semakin tidak kondusif. “Sebab ini dapat menimbulkan situasi tak kondusif di Gianyar,” tegas Togog. Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Pj Bupati Gianyar, Dewa Gede Tagel Wirasa belum bisa dimintakan tanggapan terkait persoalan ini, hingga berita ini diturunkan. tim/ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button